Menyiapkan Bekal Cinta Simpel Bergizi dengan Biskuit Julies



Beberapa hari ini aktivitas cukup padat dan menguras energi apalagi mengharuskan tubuh ke luar rumah. Setiap kali pergi, bekal adalah list yang harus ada dan dibawa. Apalagi setelah punya anak. Menyiapkan bekal adalah aktivitas wajib meski bekal suami tidak rutin, namun bekal untuk Hafshah saat bepergian tidak bisa alfa sekalipun. Apalagi di usianya yang masih balita Hafshah tidak bisa jajan sembarangan. Nah, kalau ASI saja sudah tidak cukup (bayi dewasa euy) makanya minimal harus ada snack.

Manfaat menyiapkan bekal saat bepergian :

manfaat menyiapkan bekal

  1. Mengantisipasi ketiadaan makanan
    Meski mini market kini menjamur banyak sekali namun di tempat tertentu tidak bisa dipastikan kehadirannya. Sekalipun kita tidak berada di dalam hutan masih di sudut kota yang jalannya halus nan nyaman, contoh kasus; waktu itu saya pergi naik travel dengan Hafshah dari Brebes ke Bandung hampir 10 jam lamanya. Di perjalanan macet plus hujan. Menggunakan kendaraan umum tidak bisa semau sendiri untuk mampir-mampir apalagi keadaannya sedang macet. Alhamdulillah bekal cukup sampai tujuan meski di luar prediksi perjalanan sampai dua kali lipat lebih lama dari biasanya.
  2. Mengurangi risiko kelaparan
    Poin kedua ini berkaitan dengan poin pertama. Pangan adalah kebutuhan pokok manusia. Setiap detiknya tubuh bekerja dan membutuhkan energi. Ketika pemasokan makanan dalam tubuh telah menipis, otak akan menerima sinyal bahwa tubuh membutuhkan pemasokan yang bisa berupa keroncongan.
  3. Mencegah kurangnya konsentrasi
    Kata ceuceu, “Logika tanpa logistik teu jalan.” Hehehe. Nah kalau jawaban formalnya nih. Apabila anak merasa lapar, akan berpengaruh terhadap konsentrasinya sehingga anak tidak dapat memusatkan kembali pikirannya pada pelajaran yang diberikan oleh guru dikelasnya (Yusuf, et al, 2008). Jangankan anak, saya yang dewasa saja ketika perut keroncongan bisa kurang fokus, dosen bahas apa pikiran membayangkan nasi padang pakai kuah sama telur dadar (paket hemat yang mana itu saja sudah nikmat alhamdulillah)
  4. Lebih hemat
    Ketika kita pergi ke suatu tempat wisata seringkali harganya mahal namun rasanya tidak terdefinisikan. Zonk. Jangankan membandingkan harga masakan dapur sendiri dengan masakan tempat wisata, dengan masakan warteg dekat tempat tinggal saja kalau dihitung lebih hemat hehehe.
  5. Lebih aman
    Dengan membuat bekal sendiri kita lebih tahu bahan-bahan apa saja yang dipakai, proses apa saja yang dilakukan.
  6. Membuat tenang di perjalanan
    Saya pernah berpisah dengan rombongan saat mendaki ke Gunung Guntur. Bukan tersesat ya. Dengan ketersediaan logistik yang saya bawa alhamdulillah setidaknya membuat tenang sehingga lebih fokus untuk melakukan perjalanan. Apalagi jika bawa balita. Bekal logistik adalah sesuatu yang harus dipersiapkan.

Tiga menu bekal simpel berenergi

Sebelum membahas menunya nih, saya perkenalkan dulu dengan si kalori sumber energi bagi tubuh. Selain sumber energi, kalori juga memiliki berbagai manfaat lainnya. Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda bahkan orang yang sama pun sewaktu-waktu kebutuhan kalorinya berbeda diukur dari aktivitasnya yang bisa dilihat dari tabel berikut:

Tabel Kebutuhan Kalori

Saya berada di tabel urutan ke-5. Bisa ditebakkah usianya? Hehe. Kebutuhan kalori saya untuk latihan fisik bisa mencapai 2.4000 kkal. Wah lumayan ya. Oleh karena itu, memilih perbekalan yang simpel tapi penuh manfaat dan energi perlu sekali apalagi jika sedang berkegiatan di alam. Berikut tiga menu simpel berenergi ala saya:
  1. Madu
    Madu adalah salah satu jenis asupan yang sering dijual di toko herbal sebagai minuman/makanan penambah energi selain itu juga mengandung berbagai manfaat lain bahkan dalam hal kecantikan. Madu berasal dari proses alami antara bunga dengan para lebah pekerja yang saling bekerjasama. Madu tersusun dari komposisi utama berupa gula kompleks dan air. Karena tersusun dari gula kompleks, meski manis madu ini tidak menyebabkan gula darah naik signifikan setelah mengkonsumsinya. Sebelum diperkenalkan oleh senior di myqpala untuk berbekal madu, saya ogah-ogahan minum madu, rasanya tidak cocok di lidah. Namun setelah menjalani beberapa kali pendakian ke gunung dan dihidangkan madu eh malah nagih jadi keterusan menyetok sampai sekarang. 100 gr madu umumnya mengandung 340 kkal.
  2. Cokelat
    Biasanya saya memilih cokelat bar. Cokelat memiliki banyak kalori. 1 bungkus cokelat bar 30gr umumnya mengandung 170 kkal. Dan cokelat ini dipercaya dapat membuat mood dalam keadaan bahagia. Ternyata memang beberapa artikel membenarkan tentang hal ini secara medis. Cokelat mengandung zat feniletilamin (Phenylethylamine/PEA). Nah senyawa PEA ini di dalam otak manusia melepaskan beberapa hormon yang menghasilkan efek antidepresi dan menimbulkan rasa bahagia. Pantas saja kalau cokelat menjadi pilihan sebagai kado apalagi untuk si dia yang halal bagimu, hahay.
  3. Biskuit
    Kandungan setiap biskuit tentu beragam. Namun umumnya biskuit memiliki kandungan kalori yang rata-rata hampir sama +-500 kkal per 100 gram. Ada yang per 12 gr mengandung 60 kkal, ada yang per 30 gr mengandung 170 kkal, macam-macam. Dengan kandungan dan terksturnya yang padat biskuit tentu bisa menjadi teman perbekalan di perjalanan untuk mengatasi urusan perut keroncongan


Tiga hal ini adalah bekal wajib saat mendaki gunung (dulu… sekarang pensiun dini :D).

Pilihan menu bekal


Selain tiga ini sebenarnya masih banyak lagi. Namun tiga menu ini menjadi pilihan saya karena tersimpel, membawanya aman - tidak khawatir tumpah mengotori barang lain dan tentunya berenergi. Plus kasusnya adalah pendakian gunung yang berhari-hari. Tentu bekal yang kurang tahan lama disisihkan berbeda dengan menyiapkan bekal untuk perjalanan dekat. Meski tidak menutup kemungkinan saya pernah membawa buah saat mendaki :)

Sebelum bergabung dengan komunitas pecinta alam, saya hanya tahu mie instan, bekal yang mudah dibawa. Selebihnya saya sering dibawakan nasi, telur rebus dan berbagai masakan oleh mamah yang mana ketika waktu kita terbatas untuk packing hal tersebut tidak memungkinkan. Kembali ke mie instan. Ternyata mie instan hanya sebagai penunda lapar, baru makan tidak lama kemudian lapar lagi. Malah bisa jadi yang memiliki maagh seperti saya ketika perut kosong dan langsung diisi mie instan justru maaghnya kambuh. Tentu hal ini tidak diinginkan apalagi jika menjadi pilihan bekal untuk anak.

Menjadi Istri/Ibu Cerewet Soal Bekal



Pernah suami ada acara ke liburan luar kota bersama rekan-rekannya. Awalnya saya dan Hafshah hendak ikut. Namun menimang Hafshah baru saja sembuh dari sakit dan cuaca juga tidak mendukung akhirnya hanya suami saja yang turut serta. Padahal beberapa hari sebelumnya saya sudah berbelanja beberapa jenis makanan yang niatnya menjadi bekal menemani perjalanan (duh ketahuan emak remvong :D). Dan di hari H keberangkatan saya ikut terjun packing ransel suami dong. Memang yah wanita dan pria itu berbeda. Suami saya tipe pria yang simpel (banget).

Dibandingkan teman-teman wanita yang lain saya termasuk yang paling simpel dalam hal perbekalan. Tapi tidak bagi suami saya. Beliau seringkali membawa barang primer saja atau bahkan 'males' bawa-bawa dengan alasan bisa beli di sana. Padahal kan sudah sering saya bilang, kita tidak bisa memprediksi kondisi. Bisa saja terjadi kondisi x tak terduga. Seperti biasa suami diam saja isi ranselnya ditambah-tambah oleh sang istri. Ada pakaian cadangan dan ada pula snack yang sudah saya persiapkan.

Selesai saya menutup rapat ransel suami, eh ternyata beberapa makanan dikeluarkan lagi dari dalam ransel. Yah begitulah, hanya tersisa beberapa saja dan itu pun sudah dibujuk-bujuk. Akhirnya yasudahlah, saya mencoba memahami, segitu juga udah lumayan dibanding teman-temannya bisa jadi beliau sudah keremvongan.

Sebelum keberangkatan suami sudah memberitahu perkiraan jadwal kepulangannya. Namun malam hari di rentang waktu perkiraan pulang, saya belum mendapatkan kabar terkini. Terakhir sore hari, suami mengabari bahwa beliau dan yang lainnya dalam perjalanan pulang namun terjebak macet. Subhanallah. Lama sekali dalam benak saya, beliau sudah makan belum ya? Masalahnya adalah suami tipe orang yang mudah sakit perut ketika telat makan. Dan kemudian ada pesan whatsapp masuk dari suami. Benar saja beliau belum makan dan masih terjebak macet, begitu juga rekan-rekannya. Baru sempat makan mi instan gelasan.

Alhamdulillah lewat tengah hari suami sampai di rumah dan langsung makan nasi putih. Lapar katanya. Kecup di kening pun mendarat dan berterima kasih sebab istrinya sudah membawakan bekal meski yang terbawa hanya sedikit dan sudah habis sebelum perjalanan pulang.

"Si A beli tahu gejrot harganya sekian, Mi. Padahal rasanya aneh banget."

"Cari warung nasi padang eh nasinya ngga cukup buat rombongan. Nyari-nyari di tempat lain udah malem, susah. Laper. Kasihan Si B dia kan punya riwayat maagh akut."

Bla... bla.. bla... ceritanya begitu banyak. Saya adalah penikmat cerita suami, justru yang suka kepo dan tanya duluan. Dari pengalaman itulah saya tidak ragu-ragu lagi untuk cerewet soal bekal. X condition itu bisa saja terjadi kan? Karena dulu saya pun sering 'dicerewetin' oleh mamah soal bekal, dan seringkali baru sadar setelah pergi ternyata barang bawaan kok tambah berat. Saat dicek ternyata ada bekal cinta dari mamah yang enaknya tinggal nikmatin aja deh pas di TKP. Dan baru disadari ternyata iya ya bermanfaat sekali.

Berkenalan dengan Julie's

Biskuit Julie's Choco More dan Peanut Butter Sandwich

Beberapa pekan lalu saya memulai diri untuk kembali ke rutinitas ibu rumah tangga sekaligus mahasiswa. Tepatnya Sabtu dua pekan lalu, pagi hari suami pergi karena ada suatu kegiatan, siangnya bergantian, beliau pulang ke rumah menemani si kecil Hafshah dan saya pergi ke kampus untuk menemui dosen. Sore harinya kami semua pergi ke Taman Hutan Raya.Aktivitas yang cukup padat dan jeda singkat.

Sepulang dari kampus saya tidak habis pikir untuk membawa bekal. Rencana ke Tahura adalah setelah makan siang jadi bekalnya pun tidak perlu makanan berat. Namun tentunya bekal harus memiliki kandungan gizi yang cukup. Saya kemudian mampir untuk membeli buah dan biskuit (ini andalan, salah satu dari 3 pilihan menu bekal). Bertemulah saya dengan biskuit Julie's Chocomore Sandwich dan Julie's Peanut Butter Sandwich.

Biskuit Julie's ternyata asli dari Malaysia, yang diproduksi oleh Perfect Food Manufacturing (PFM) Sdn Bhd dan sudah ada sejak Tahun 1985. Visi misinya membuat saya berdecak. Setiap keping Julie's baked with love - dipanggang dengan cinta yang berarti bahwa Julie's ingin menjaga rasa, kualitas, dan memperhatikan selera serta kesukaan penikmatnya. Ditambah pula dengan cita rasa "The Best of You". Julie's berusaha memberikan pelayanan terbaik supaya bisa menyajikan yang terbaik.

Selain di Indonesia yang didistribusikan oleh PT DIMA, Julie's juga sudah tersebar ke 80 negara lainnya. Perusahaan yang memiliki core values berupa passion, integrity, conscience dan accountability ini telah menggapai berbagai prestasi. Julie's juga sudah tersertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Points (HACCP), Good Manufacturing Practices (GMP) dan sertifikasi halal oleh JAKIM (Jabatan Kemajuan Islam Malaysia). HACCP ini semacam sistem pengawasan kemanan pangan. Saya baru tahu lho istilah ini. Nah kemudian pada Tahun 2015 Julie's berhasil meningkatkan sistem manajemenn keamanan pangannya menjadi Food Safety System Certification (FSSC) 22000.

Saya pun akhirnya membawa pulang beberapa bungkus Julie's Chocomore Sandwich dan Julie's Peanut Butter Sandwich.

Alasan Memilih Julie's



Cinta Julies dalam Sekotak Bekal Jalan-jalan

Sabtu menjelang ashar kami bergegas berangkat ke Taman Hutan Raya Juanda. Berbekal Julies dan buah-buahan kesukaan Hafshah. Waktu itu pertama benar-benar perdana kami mengenal Jullies. Hafshah dan suami pun belum terlalu antusias.

Bekal Cinta Simpel Bergizi dengan Biskuit Julies

Namun begitu mencoba biskuit pertama yang kami bawa yaitu Julie's Chocomore Sandwich eh malah nagih. Lalu begitu mencoba Julie's Peanut Butter Sandwich, suami sontak bilang dengan semangat, "Ini enak banget, Mi!" Tumben sekali pak suami memuji begitu. Saya pun langsung mencoba sang peanut butter. "Iya, Bi. Enak banget!" seru saya yang notabene lebih suka selai cokelat dibanding selai kacang, namun entah kini jatuh cinta dengan peanut butternya Julie's. Julie's memang beda dan baru tahu ternyata yang Peanut Butter Sandwich itu salah satu signature productnya Julie's.

Mereka yang telah membantu saya menemukan 'The Best in Me'

Keseruan kami menikmati bekal cinta Julie's

Saya jadi teringat Film Korea yang berjudul Le Grand Chef 2. Ternyata ketika perasaan kita sedang acak-acakan itu bisa mempengaruhi rasa pada masakan kita. Nah...nah... di Julie's ini saya merasakan rasa yang istimewa. Apakah resepnya? Dipanggang dengan cinta? Dengan cara yang bagaimana? Cukupkah dengan bahan-bahan terbaik? Ternyata saya menemukan atmosfer indah di lingkungan Julie's. Dalam company core valuesnya dijelaskan bahwa,

All Julie’s employees are treated as one big family. In Julie’s, we put our heart and love into everything we do. Each Julie’s employee aims to put in the best in him/her in his/her work.

Julie's Chocomore Sandwich

Julie's Chocomore Sandwich
Julie's Chocomore Sandwich


Julie's Chocomore Sandwich ini memiliki komposisi sebagai berikut : Tepung Terigu, Gula, Minyak Sayur (Minyak Kelapa Sawit), Bubuk Kakao, Tepung Jagung, Sirup Glukosa, Cocoa Mass, Susu Bubuk Skim, Laktosa, Garam, Lesitin Kedelai (E322), Agen Ragi: [Disodium Diphosphate (E450 (i)) , Sodium Bicarbonate (E500)], Perisa Cokelat.

Informasi Nilai Gizi (julies.com.my) 
NutrientsPer 100g
Calories (Kcal)506.68
Calories from Fat (Kcal)203.38
Total Fats (g)22.60
Saturated Fat (g)11.44
Cholesterol (mg)0.05
Sodium (mg)335.83
Total Carbohydrate (g)70.30
Dietary Fiber (g)2.59
Sugars (g)34.87
Protein (g)5.29
Soal rasa, saya jatuh cinta pada keseimbangan formula cinta Julies Chocomore Sandwich. Biskuit cokelat ditambah selai cokelat biasanya akan terjadi rasa manis yang menggelegak. Namun ini enak, pas. Setiap menelan itu tidak membuat 'giung' bahasa sundanya. Saat saya coba ternyata rasa manis di biskuitnya ini yang minim dan di selai cokelatnya baru lebih manis tapi tingkat kemanisannya cukup. Tekstur selainya pun sangat lembut. Untuk biskuitnya saya senang sekali ini biskuit yang tidak mudah remuk. Dan yang utama ada logo halal MUI. Jadi sebelum tahu bahwa Julies sudah tersertifikasi halal dari JAKIM, yang saya cek adalah logo halal MUI yang ada di belakang kemasan. Dan kandungan kalorinya wow, lumayan ya kawan. Julie's ini pun hanya sedikit kandungan kolestrolnya.

Julie's Peanut Butter Sandwich

Julie's Penaut Butter Sandwich


Julie's Peanut Butter Sandwich ini diracik dengan komposisi: Tepung Terigu, Selai Kacang, Minyak Sayur (Palm Oil), Gula, Sirup Glukosa, Susu Bubuk Skim, Agen Ragi: [Disodium Diphosphate (E450 (i)), Sodium Bicarbonate (E500), Amonium Bikarbonat (E503)], Pati Jagung , Bubuk Whey, Garam, Bubuk Keju, Ragi, Perisa Mentega.


Informasi Nilai Gizi (julies.com.my)

NutrientsPer 100g
Calories (Kcal)523.18
Calories from Fat (Kcal)235.45
Total Fats (g)26.16
Saturated Fat (g)9.98
Cholesterol (mg)0.05
Sodium (mg)284.54
Total Carbohydrate (g)59.39
Dietary Fiber (g)1.21
Sugars (g)19.61
Protein (g)9.00

Lain cokelat lain kacang. Sudah saya singgung sebelumnya bahwa saya tidak terlalu suka dengan selai kacang. Bahkan dulu sebelum mengenal Julie's saya lebih memilih selai rasa lain daripada rasa kacang. Berbeda dengan suami yang memang suka selai kacang. Jadi saya kira Julie's Peanut Butter Sandwich ini hanya akan jadi cemilan kesukaan suami ternyata saya justru ikut jatuh hati padanya. Selai yang lembut, rasa gurih menggairahkan berpadu dengan manis yang cukup membuat tenang. Wanginya pun menggoda. Dan bisa dilihat juga di tabel bahwa Julie's ini mengandung 9 gr protein per 100 gramnya. Selain itu, total kalori ternyata tidak kalah jumlahnya dengan sang chocomore.

Oh iya, di bungkus Julies Peanut Butter Sandwich ini belum ada label halalnya. Tapi seperti biasa saya selalu baca komposisinya jika tidak ada label halal atau mengonfirmasi pihak terkait. Sebab beberapa kali saya menemukan produk yang belum ada label halal ternyata sudah ada sertifikasi halalnya dari MUI dan kemasan yang saya beli itu biasanya kemasan lama.

Maka sewaktu di Tahura, bismillah insyaAllah halal. Saya juga konfirmasi ke suami bahwa tidak ada komposisi yang aneh. Sepulang dari Tahura saya jadi penasaran kok yang Chocomore ada logo MUI yang Peanut Butter belum ada. Saya pun mengajukan pertanyaan ke halalmui.org via email namun tidak kunjung ada balasan. Alhamdulillah menemukan pernyataan di blog Julie's bahwa semua produknya sudah tersertifikasi halal oleh  JAKIM (Jabatan Kemajuan Islam Malaysia). Saya pun melulncur ke portal JAKIM dan menemukan sertifikatnya dengan  Reference No. : JAKIM/(S)/(22.00)/492/2/ 1 001-03/2006. Mau discreenshoot panjanganya... Bisa cek di  http://www.halal.gov.my. Dan Julie's Peanut Butter Sandwich ada 2 di list yang masa berlaku sertifikasinya sampai 15 Januari 2019 dan 15 Oktober 2019. Alhamdulillah.


Berbagi Cinta Lewat Julies

Jika Julie's memproduksi tiap keping biskuit dengan cinta, maka saya pun berusaha menyajikan cinta setiap saat meski bukan langsung dari balutan jemari sendiri. Namun apapun itu bentuk cinta yang kita bagi akan terasa menentramkan. Begitu pun makna cinta yang berusaha tertuang dalam setiap bekal anak maupun suami. Bekal cinta kali ini lagi dan lagi merupakan sinergi antara saya dan Julie's.

Cinta Julies di Pondok Yatim

Sabtu saya ke kampus menemui dosen untuk konsultasi penelitian. Minggu, esoknya tepat sehari kemudian saya harus ke sebuah pesantren di sebelah timur kota Bandung untuk menemui seseorang terkait penelitian sekaligus menghadiri silaturahmi relawan di pondok yatim daerah Cibiru.
Awalnya saya memutuskan untuk naik ojek berdua dengan Hafshah berhubung suami ada agenda rutin dan harus berangkat pagi-pagi. Namun ternyata saat cek ongkos ojek online, WAH! Mahal sekali. Tepat saat suami hendak berangkat saya langsung minta diantar sampai terminal. Selanjutnya naik angkutan umum. Bekal? Saya teringat masih ada beberapa bungkus Julie's karena saya memang beli banyak sekalian untuk stok.

MasyaAllah. Perjuangan ke pondok terbayar dengan senyum ceria para santri. Hafshah senang sekali bertemu kakak-kakak nan shalih shalihah. Kami pun teringat bekal cinta Julie's yang dibawa dan berbagi dengan mereka. Alhamdulillah, salah seorang santri cilik bernama Hasna (di foto paling kiri, kerudung kuning) suka dengan Julie's Chocomore Sandwich. Memang ya umumnya kalau anak-anak sukanya yang cokelat-cokelat. Hihihi.


Julie's bersama santri-santri Pondok Yatim Al Hilal


Cerita Cinta Julie's

Tidak ada salahnya berbagi kebahagiaan bukan? Saya teringat salah satu teman instagram yang di beberapa feed-nya selalu tampil serasi dengan pasangan. Saya penasaran bagaimana proses ngulik bekal Teh Susani untuk suaminya. Dan ternyata beliau  jarang bekal. Nah nah saya pun kemudian berbagi informasi tentang Julie's dan ingin tahu bagaimana respon suaminya. Wah, ternyata keluarga kami pun sama. Bekal cinta Julie's menjadi hal yang kini diminati. Love banget. Semoga makin penuh cinta mama dan papanya Zein..

Teh Susani berbagi cerita cinta Julies



Belajar Cinta Bumi dari Julie's Vision

Siang itu saya baru selesai shalat dzuhur. Tiba-tiba Hafshah datang menghampiri sambil berkata, "Maw... (mau)." Lalu menyerahkan bungkusan Julie's yang kosong. Ah ya, Nak. Kan ini bekas makan kita yang dibawa pulang. Salah satu wujud rasa peduli/cinta bumi adalah dengan tidak membuang sampah sembarangan. Selain itu barangkali masih diperlukan jadi bawa pulang sajalah. Jangan samapai kaya Mbah Uti handphonenya masuk tempat sampah alhamdulillah ketemu yah.. (hihi peace Mbah Uti). Selesai ngariung di Tahura, kami pun memeriksa sampah jangan sampai ada yang tertinggal. Eh nah ini sampahnya dicium-cium. Duh ini kode minta dibeliin lagi Juliesnya ya. Hilal tanggal muda agaknya hampir nampak, Nak! :D

Hafshah mau Julie's lagi...




Referensi:
- Yusuf, L.dkk, 2008, Teknik Perencanaan Gizi Makanan : JILID 3 untuk SMK. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan, Jakarta
- Julies.com.my
- Halalmui.org
- Manfaat.co.id

***
Dear teman-teman Julie's ini sedang mengadakan hadiah, lho. Akan ada 1 pemenang utama dan 5 pemenang hiburan yang akan mendapat hadiah.
  • Juara utama mendapat hadiah senilai total Rp 5.000.000 berupa Tupperware/Lock&Lock set + Uang Tunai + Produk
  • 5 Pemenang hiburan mendapat hadiah senilai total Rp 1.000.000 berupa Tupperware/Lock&Lock set + Produk
Info selengkapnya http://bit.ly/BekalCintaJulies 

Komentar

  1. Rasa biskuitnya memang enak sih. Di biskuit lain sepertinya belum nemu yang rasanya sama. Hehe

    BalasHapus
  2. Waaah tumben nongol. Biasanya kepoin blog istri ngumpet aja Pak. Wkwk. Ada Si Julid eh Julies yah. Nagih kan? Nanti belanja bulanan dilist deh. InsyaAllah

    BalasHapus
  3. Bekal utk anak memang hrs diutamakan ya sesibuk apapun kita...

    BalasHapus
  4. Boleh nih buat daftar bekal anak-anakku sekolah.. mereka pasti suka

    BalasHapus
  5. Saat bepergian memang disarankan bawa perbekalan biar tetap terjaga higienis dan sehat. Udah lama gak piknik bebekelan nih :D

    BalasHapus
  6. Ini sih memang kue yang enak. Aku suka yang peanut butter-nya. Buat temen ngopi atau ngeteh cocok. Mana bergizi pula, ya. Bisa banget jadi makanan bekal. :)

    BalasHapus
  7. Choco more please, duh jadi pengen ngemil deh jam segini bacanya hahhaha

    BalasHapus
  8. setuju teh kalau pergi mesti bekal yang banyak kealamin pisan kemarin meski minimarket diamndose emang jalanan macet jadi ga bisa melipir sana sini

    cocok nih julies buat bekal yah

    BalasHapus
  9. Asyik yah tamasya bawa bekal biskut Julies, bekal yang praktis dan rasanya enak, jadi pengen coba

    BalasHapus
  10. biskuitnya enak buat bekel piknik nih.... <3

    BalasHapus
  11. Bener ya teh kalau bekal bawa dari rumah bikin hemat dan tenang. Hehe.. aku belum pernah coba Julies nih, nanti mampir supermarket dulu ah buat beli 😁

    BalasHapus
  12. Betul teh, akupun ke mana-mana sering bawa bekal takutnya laper di jalan. secara pake kendaraan umum gak bisa berhenti sesuka hati. Wiii asyiknya tamasya ditemani julie's. Aku penasaran deh sama yang chocomore soalnya kalau peanut butter udah pernah coba dan enaak.

    BalasHapus
  13. kalau kita bikin bekal sendiri itu kita jadi tau tingkat kebersihan apa yang kita makan sih

    BalasHapus
  14. Aku tuh kalo di pagi hari selalu aja ribet menyiapkan bekel buat anak-anak lho. Enak banget nih kalo udah ada biskuit Julies, biar simple tapi tetep ada kandungan gizinya yah.

    BalasHapus
  15. Piknik plus ditemani cemilan enak, julies. Mantabs deh pikniknya ya teh. Saya paling suka yang rasa kacangnya, enak.

    BalasHapus
  16. Belum pernah nyobain Julies. Jd pengen teh :"

    BalasHapus

Posting Komentar