Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2014

OPAPA

Apel merah ranum menggoda digigit Putri Salju cantik jelita kress lena-lena meliuk-liuk kilau mentereng kinclong silau Opapa cantiknya merah mempesona SiO berteriak lantang,"Woy, lihatlah di sini ada apel hijau." Sia berkilah, "Ah Sio, merah sajalah. Ia yang patut dibangga." TS Di depan R5405 06102014 ___________________________________________________________ SiP beranjak dari tidurnya "Hoaaam" lalat jelalat mencelat "Plak!!!" Sup mengayun raket manyunkan SiP Opapa si perut kuning mencumbui apel merah kedip kedap hening senyap "Apel tetap cantik, Kok." Sup melangikan senyum TS 08102014 ___________________________________________________________ Apel merah pun hijau adalah apel merah dibangga, hijau tak diaku apel merah penyek remuk renyek Opapa si APA tersenyum manis melemparkan akar pohon pada mereka; penyorak bangga kepada apel merah "Gigitlah!" Opapa... TS 22102014

Belajar dari Kuda

Perbincangan singkat dengan kusir kuda membuat renungan berharga. #1 Seekor kuda dengan usia +/- 2 tahun sudah bisa dimanfaatkan untuk menarik delman. Mengangkut penumpang dengan berbagai porsi tubuh. Meski dipecut tetap berjalan tanpa menciut. Terhenyak diingatkan tentang QS 7:179 "Dan sungguh akan Kami isi neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah." Tergambar perumpamaan dari Allah tersebut. Bagaimana manusia bisa lebih 'sesat' dari binatang ternak. Na'udzubillah.. Dari kuda saya belajar. Bagaimana binatang bisa membawa manfaat. Sedangkan manusia yang lengah, terperosok jauh dari kem