Yang Harus Dilakukan Saat HP Hilang

hp hilang


Tak disangka Senin (8/01/2018) malam, kondisi sedang tidak enak badan, selepas uts, kemudian sekitar 19.30 WIB pulang ke kontrakan ternyata hp tidak ada di saku. Dan kondisi resleting saku jaket terbuka lebar. Kenapa ditaruh di saku? Saya hidup di rantau bertiga dengan suami dan anak yang masih bayi. Pagi jadwalnya suami kerja, saya di rumah bersama anak. Malam jadwalnya saya kuliah, bergantian, suami yang menjaga anak. Sehingga meski kuliah tetap siaga apalagi hp silent mode, hanya bergetar-getar saja. Kemungkinannya saya tidak meresleting dengan baik si jaket ini (sebelum ke luar kelas masih meriksa keberadaan sang hp) atau pas setelah bayar parkir ngga sengaja buka dan nutupnya ngga rapat. Bener-bener kurang fokus.

Di saat gerimis dan pusing saya memutuskan kembali lagi mencari ke kampus termasuk jalan yang dilalui, sendiri. Awalnya suami menawarkan diri tapi siapa nanti yang jaga Hafshah (7 month). Dan hasilnya nihil. Tanya ke security dan penjaga parkir pun nihil. Tak ketemu. Nomornya dihubungi tidak aktif. Sekitar jam 9 malam pesan whatsapp yang saya kirim dari WA suami statusnya delivery. Mencoba menelpon tapi tak terhubung. Well sepertinya memang benar dugaan hp ditemukan oleh orang yang entah siapa dan sengaja langsung dinon-aktifkan lagi atau entah diapakan olehnya.

Sedih? Tentu. Belum lama beberapa ujian datang silih berganti dan soal hp habis ganti LCD ndilalah malah hilang. Sampai saat ini pun belum dapat ganti hpnya.


Kembali saya membatin, " innalillahi wa inna ilaihi roji'un, allahumma ajirni fi mushibati wa akhlifli khoiron minha." Sesungguhnya kami kepunyaan Allah dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Allah. Ya Allah, berikanlah aku pahala karena musibah yang kuderita dan gantikan yang lebih baik.


Hmmm, barangkali gantinya berupa kebahagiaan dan ketentraman batin di kontrakan mungil kami, alhamdulillah. Tapi rasa kehilangannya ya tetep ada, manusiawi kan? Apalagi kalau inget hpnya sering dipakai buat ngedraft tulisan sambil nungguin dosen dan dipakai juga buat jeprat-jepret momen, terutama momen-momen indah bareng keluarga dan sejak anak pertama baru lahir, serta proses nabungnya itu lho ngga semudah membalikan telapak tangan buat saya. Dan sekelebat pikiran khawatir disalahgunakan. Kalau inget itu jadi 'lom' Bahasa Jawanya, saat itu saya merasa tidak ingin bertemu dengan motivator apalagi bertemu hakim, cukup dengan Anda yang mau memberikan ruang dengar untuk segala cuitan-cuitan berisik ini. 

Eh kan malah mleber-mleber ceritanya. Langsung ke TKP...

Langkah yang Harus Dilakukan Saat HP Hilang:

1. Hubungi Nomor Telpon
Coba hubungi dulu nomornya. Kalau masih aktif, bisa jadi ditemukan orang dan orangnya tidak tahu cara membuka kunci. Atau, hpnya masih belum terjamah oleh manusia. Nah kalau kasus saya, begitu dihubungi nomornya tidak aktif, ada dua kemungkinan. Pertama hilangnya itu jatuh di jalan kemudian terlindas kendaraan atau ditemukan orang dan dimatikan olehnya. 

2. Kirim Pesan Whatsapp (notifnya kan nanti muncul)
Harapan itu masih ada. Jika kemungkinan dari poin 1 yang terakhir, berdoalah Allah Maha Membolak-balikkan hati. Kirimkan pesan ke WA atau sms juga bisa. Kan nanti ada notif kapan pesan itu terkirim cuman kalau di WA kita bisa tahu barangkali penemunya ajaib bisa buka kunci dan nge-read messagenya. Nomor hp suami pun pakai 3, kalau di 3 setelah kita telpon tidak ada notif nomor yang dituju aktif. Nah kalau di XL ada notifnya saat hp itu aktif. Jadi nunggu hp diaktifkan sama penemu itu sesuatu banget.

3. Ganti Password Email dan Semua Sosial Media yang Tersimpan di HP
Apapun endingnya, entah ditemukan atau tidak. Saya langsung mengubah kata sandi email dan semua sosial media. Tapi menyisakan satu email yang terhubung dengan perangkat. Yes, saya punya banyak email. Jadi email utama yang langsung saya recovery, dan satu email yang jarang diapakai untuk berinteraksi dibiarkan untuk melacak perangkat. Lanjut poin 4.

4. Lacak dengan menggunakan email
Sekitar pukul 20.57 WIB pesan Whatsapp terkirim. Hp yang terkunci punya akses untuk mengaktifkan paket data. Kalau internet aktif, SETIDAKNYA, HARAPAN ITU MASIH ADA. Sekitar jam 22.00 WIB saya yang baru menyadari lalu berusaha melacak nomornya via email, syukur-syukur belum dinonaktifkan paket datanya. Caranya:

  • Login ke Google Find My Device www.google.com/android/devicemanager dengan menggunakan akun google yang terpasang di perangkat (hp yang hilang)

Google Find My Device

Kalau pas aktif, kita bisa nemuin di mana lokasinya, teman-teman. Dan ternyata sudah tidak aktif. Ah tanda-tanda apakah ini? Ingat sekali bahwa sebelum berangkat ke kampus itu sudah saya charge terlebih dahulu. Jadi ngga mungkin baterai habis. Duh iseng banget si ini penemunya matiin-ngaktifin-matiin lagi. Tapi kalau aktif juga ngga bisa ngelabrak seenaknya. Sekadar mengobati kekepoan saya :D 

5. Kirim Pesan Pemulihan
Sampai di sini, saya masih mencoba membangun pikiran positif. Ya, orang baik-orang baik-orang baik oh orang baik. Masih di Google Find My Device, karena saya yakin hp sudah ditangan orang dan sudah terjamah jadi langsung ke menu ke-dua, yaitu KUNCI/LOCK. Kalau hp dirasa belum terjamah bisa pilih opsi 1 dulu yang PUTAR SUARA, barangkali nih ya barangkali hpnya di sudut ruang yang paling susah ditemukan. Saya memilih menu LOCK untuk menjemput bola itikad baik sang penemu. Barangkali beliau kesusahan mau mengembalikan hpnya karena kan posisinya terkunci.


Google Find My Device
Menu ini berfungsi untuk mengunci hp dan menampilkan Pesan Pemulihan & Nomor Telpon yang kita isikan. Jadi, meski kondisinya terkunci, pesannya tetap bisa terbaca. Syaratnya tetap, koneksi internet.

6. Format Perangkat


Google Find My Device


Karena belum ada hilal tercapainya harapan, akhirnya pilih menu ke-3 dari Google Find My Device. HAPUS. Kalau sudah diformat, hp kembali ke setelan pabrik sehingga bisa terbuka tanpa kunci. Jadi kalau kita telpon, si penemu bisa ngangkat telponnya. Tapi nihil. Nah itu ceritanya mamah yang tahu hp anaknya hilang masih saja berusaha menghubungi meski sudah berhari-hari, padahal anaknya sendiri sudah pasrah. Nah tanggal 11/01/2018, mamah nelpon tapi ngga diangkat malah balik sms. 


hp hilang


 Saya sudah berusaha menjemput bola, tapi tidak ada tanggapan. Hp sudah diformat, nomor sudah dinonaktifkan, masih ada SD Card yang tersisa. Jika beliau punya itikad baik, bisa menemukan data saya di SD Card tersebut. Dari foto-foto bisa menemukan profil, ada pula foto nama blog, oooh yaa kalau beliau masih punya itikad baik, saya masih positive thinking.

7. Urus SIM Card yang Hilang
Karena saya butuh komunikasi dengan teman-teman untuk pengerjaan tugas kuliah (menjelang akhir semester banyak tugas dan kebanyakan dibahas via grup whatsapp), pun khawatir juga disalahgunakan, kemudian 13/01/2018 SIM Cardnya diurus ke XL Center di Jalan R.E. Martadinata No.7, Bandung. Cukup bawa identitas asli sesuai yang didaftarkan pada nomor teleponnya. Alhamdulillah beres, SIM Card baru didapat dan yang lama pun sudah dinon-aktifkan.

Sampai dengan saat ini saya belum pegang hp sendiri. SIM Card masih numpang di hp suami dan online WA via emulator android di PC. Jadi mohon maaf responsinya terbatas, dari dulu juga sama kali ya, hehehe. Sekian tipsnya, meski endingnya belum berujung pada penemuan, setidaknya meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan dan membantu juga bagi penemu yang punya niat baik. Barangkali ada yang punya pengalaman dan tips lainnya, silakan share ya. Dan bagi yang kehilangan seperti saya semoga mendapat ganti yang lebih baik :)

Komentar

  1. Wah saya baru tahu langkah-langkahnya melacak hp hilang. Meskipun tidak berharap mendapatkan masalah serupa, tapi infonya tetap bermanfaat srkali. Terima kasih ya, Mbak. Semoga yang hilang segera diganti dengan yg lebih baik. Amin

    BalasHapus
  2. Saya juga pernah nih mba, dulu iphone saya sempet diambil pas lagi di metro, dan saya gatau sampai nyampe kantor. Yang saya lakuin cek ke find my iphone, lalu saya lock, jadi ga bisa di pake juga sama yg ambil. Karna saya ga erase account juga. Akhirnya, yg nyuri bete mungkin, karna hp saya ga bisa dipake, dia minta tebusan. Waktu itu duit saya melayang juga 2juta, demi menebus hp kesayangan T.T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah.. nebusnya mayan juga. Tapi alhamdulillah sudah kembali lagi ya, Mba

      Hapus
  3. Kakak saya pernah gak sadar hapenya jatuh di musolah daerah Ciwidey. Pas saya telpon, diangkat sama seseorang dan dia bilang "Mbak, saya nemu hape ini di musolah. Saya tunggu-tunggu yang punya enggak balik-balik." Masya Allah masih ada orang baik. Akhirnya saya telpon ke abang ipar dan ngasih kabar kalau hape kakak ada di ciwidey. Dan mereka balik lagi, ketemuan sama orang itu. Baik banget orangnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah.. Teman saya juga ada cerita yang hampir mirip ini. Lagi ke luar kota, hp ketinggalan di masjid yang disinggahi. Nah, ditelpon ngga ada yang ngangkat karena orang dkm masjidnya yang nemuin juga ngga bisa ngangkat kan terkunci. Lupa gimana lanjutannya tapi endingnya terus ketemu deh, alhamdulillah. Makanya saya terpikirkan untuk format (selain sebelum dianya yang ngeformat dan kita yang semakin kehilangan jejak) kali sang penemu seperti bapak dkm masjid itu. Hmm.

      Hapus
  4. baca judulnya langsung deg2an, pernah nih ngerasa hilang hape huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cupcup Teh Ra. Sekarang udah punya gantinya ya

      Hapus
  5. saya pernah hilang hape, dan jleb sakit hati huhuhu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya.. dibilangin buat ikhlah, masih ada aja seseknya..

      Hapus
  6. Wah, baru tahu say begini caranya yah. Semoga segera dapat pengganti yang terbaik ya Mba. Aamin

    BalasHapus
  7. Memang perlu banget mengamankan semua akun sosmed saat henpon ilnah, apalagi sampai terjadi pembajakan . Bisa repot kemudian ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huum. Bener, Mba. Malah merambat-rambat. Jadi harus segera ditindaklanjuti

      Hapus
  8. oh banyak juga jalan mecari si hape ilang, ya? aku dulu pernah dan ga kepikiran yg lain kecuali nelp dan sms, ahahaha! walhasil ya ga balik, cuma bisa ngurusin nomernya aja di operatornya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Langkah seperti ini pun belum tentu membuahkan kembalinya si hp, Teh. Tiap pengalaman punya kisah berbeda. Tapi setidaknya meminimalisir penyalahgunaan sosmed kalau ternyata sang penemu canggih bisa bobol kunci atau membantu sang penemu kalau mau mengembalikan ke pemiliknya.

      Hapus
  9. Aku ngelakuin semua poin2 di atas pas hp ku ilang. Pake tracking dr google itu juga. Tp ttp ga nemu mba.. Yo wislah.. Bukan rezeki berarti :) .. Tp sbnrnya yg bikin aku nyesek, krn ilangnya di musolla kantor, yang mana artinya, pelakunya pasti orang kantor yg ga seberapa banyak.. :( .. Ga nyangka aja sih, aku udh percaya semua orang2 di kantor, trnyata msh ada yg ga jujur..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga dapat pengganti yang lebih baik ya, Mba

      Hapus
  10. Semoga lekas dapat gantinya yang lebih baik ya, Li. Duh aku malah ngeri kalau ketemu terus data-data sosmed,email dan sebagainya disalahgunakan kalau dilepas kuncimya gitu. Tapi kalau ga gitu repot juga ya buat memudahkan penemu hp ngembaliin. Dilema banget.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu dilepas kuncinya kan masuk menu format, teh. Kalau udah keformat mah malah semua aplikasi hilang termasuk history, chache, dll. Kembali lagi kaya kita beli baru. Cuman SIM Card sama data SD Card itu yang masih nemplok dan utuh datanya. Makasih doanya, Teh Efi...

      Hapus
  11. Wah ternyata bisa melacak via Google aja ya, hp hilang aku seringnya pasrah soalnya kalo hp cepet banget deh berpindah tangan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah.. jadi harus rajin-rajin backup ya, Mba. Ini pun bukan pertama kalinya buat saya. Dulu malah kemalingan di rumah. Ngeri-ngeri sedap. Alhamdulillah masih ada orang baik, denger cerita temen-temen yang lain ada yang kehilangan dan sang penemu masih mau ngembaliin. Ada juga ceita tante yang dompetnya hilang sampai dihubungi dan dipaketkan ke rumahnya.

      Hapus
  12. Waah aku baru tahu ada fitur Google Find My Device.

    TFS kak Tally. Berguna banget ini tulisannya ❤️❤️❤️

    Cheers,
    Dee - heydeerahma.com

    BalasHapus

Posting Komentar