Nice HomeWork 1: Adab Menuntut Ilmu

institut ibu profesional

Alhamdulillah bergabung di Institut Ibu Profesional (IIP) merelaksasikan pikiran saya. Yang tadinya sedang galau-galau ingin pindah kuliah tapi berat, mau tetap lanjut kuliah tapi jurusannya kok dirasa tidak sesuai peran. Yess, saya seorang ibu rumah tangga dengan satu balita (alhamdulillah) yang masih berstatus mahasiswa jurusan Teknik Informatika. 

Mendengar cerita seseorang yang berperan sama sebagai ibu rumah tangga sekaligus mahasiswa, namun berbeda jurusan, ada yang jurusannya sesuai dengan perannya sehingga skripsweetnya pun bisa 'nyambung' dengan ilmu parenting yang sedang ia gali, hal itu seringkali membuat saya ingin mundur dari per-TI-an lalu pindah jurusan. Tapi, di sisi lain berat juga meninggalkan apa yang sudah dibangun selama ini. Kuliah sudah mendekati masa-masa akhir. Biaya yang dulu dicari dengan kuliah sambil kerja sambil cari beasiswa. Mau dilepas begitu saja? Per-TI-an pun tentu akan ada relasinya dengan parenting. Ya, saya mencoba mencari jalan tengah. Dan bertemu dengan tempat kuliah yang sesuai dengan yang saya inginkan: Institut Ibu Profesional.

Setelah lama menunggu, mengantri, cepet-cepetan transfer dan daftar. Alhamdulillah masuk juga di Kelas Matrikulasi Batch 5 IIP Bandung 3. Kelas Matrikulasi Batch 5 ini dimulai dari bulan Januari-Maret 2018. Ada 9 materi yang disampaikan tiap pekannya dan setiap materi akan ada NHW (Nice HomeWork). Lalu pengumuman kelulusan  pada 17 April 2018, setelah dinyatakan lulus bisa meneruskan ke kelas berikutnya. Hah? masih ada lagi? Iya, kurang lebih sampai 4 tahun. Seperti S1 saja ya? Meski demikian, bagi seorang ibu menuntut ilmu itu tiada akhirnya. Selalu ada ilmu baru yang perlu ia upgrade. Makanya dulu tuh mikir, mamah aku hebat juga ya, ngerajut bisa, masak bisa, ilmu marketingnya oke begete, dll yang sampai saat ini bisa membesarkan keempat anaknya sebagai seorang single parent- single fighter, masyaAllah... meski pendidikannya belum lulus dari bangku kuliah karena terbentur biaya. 

Dan... Akhirnya sesi materi 1 disampaikan juga kemarin (Senin, 22 Januari 2018). Berikut saya kutip dari sumbernya sekaligus sebagai catatan pribadi. Pengalaman waktu di kelass Foundation IIP, hp hilang, notes di hp. Jadi sekarang mau mencoba merapikan catatannya di blog juga, doakan semoga istiqomah ya.

Berikut Materi 1 Program Matrikulasi Batch 5 IIP.

ADAB MENUNTUT ILMU
Disusun oleh Tim Matrikulasi Institut Ibu Profesional

Menuntut ilmu adalah suatu usaha yang dilakukan oleh seseorang untuk mengubah perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Karena pada dasarnya ilmu menunjukkan kepada kebenaran dan meninggalkan segala kemaksiatan.

Banyak diantara kita terlalu buru-buru fokus pada suatu ilmu terlebih dahulu, sebelum paham mengenai adab-adab dalam menuntut ilmu. Padahal barang siapa orang yang menimba ilmu karena semata-mata hanya ingin mendapatkan ilmu tersebut, maka ilmu tersebut tidak akan bermanfaat baginya, namun barangsiapa yang menuntut ilmu karena ingin mengamalkan ilmu tersebut, niscaya ilmu yang sedikitpun akan sangat bermanfaat baginya.

Karena ILMU itu adalah prasyarat untuk sebuah AMAL, maka ADAB adalah hal yang paling didahulukan sebelum ILMU.
 
ADAB adalah pembuka pintu ilmu bagi yang ingin mencarinya

Adab menuntut ilmu adalah tata krama (etika) yang dipegang oleh para penuntut ilmu, sehingga terjadi pola harmonis baik secara vertikal, antara dirinya sendiri dengan Sang Maha Pemilik Ilmu, maupun secara horisontal, antara dirinya sendiri dengan para guru yang menyampaikan ilmu, maupun dengan ilmu dan sumber ilmu itu sendiri.

Mengapa para Ibu Profesional di kelas matrikulasi ini perlu memahami Adab menuntut ilmu terlebih dahulu sebelum masuk ke ilmu-ilmu yang lain?

Karena ADAB tidak bisa diajarkan, ADAB hanya bisa ditularkan

Para ibu lah nanti yang harus mengamalkan ADAB menuntut ilmu ini dengan baik, sehingga anak-anak yang menjadi amanah para ibu bisa mencontoh ADAB baik dari Ibunya

ADAB PADA DIRI SENDIRI

a. Ikhlas dan mau membersihkan jiwa dari hal-hal yang buruk
Selama batin tidak bersih dari hal-hal buruk, maka ilmu akan terhalang masuk ke dalam hati.Karena ilmu itu bukan rentetan kalimat dan tulisan saja, melainkan ilmu itu adalah “cahaya” yang dimasukkan ke dalam hati.

b. Selalu bergegas, mengutamakan waktu-waktu dalam menuntut ilmu, Hadir paling awal dan duduk paling depan di setiap majelis ilmu baik online maupun offline.

c.Menghindari sikap yang “merasa’ sudah lebih tahu dan lebih paham, ketika suatu ilmu sedang disampaikan.

d.Menuntaskan sebuah ilmu yang sedang dipelajarinya dengan cara mengulang-ulang, membuat catatan penting, menuliskannya kembali dan bersabar sampai semua runtutan ilmu tersebut selesai disampaikan sesuai tahapan yang disepakati bersama.

e. Bersungguh-sungguh dalam menjalankan tugas yang diberikan setelah ilmu disampaikan. Karena sejatinya tugas itu adalah untuk mengikat sebuah ilmu agar mudah untuk diamalkan.


ADAB TERHADAP GURU (PENYAMPAI SEBUAH ILMU)
a. Penuntut ilmu harus berusaha mencari ridha gurunya dan dengan sepenuh hati, menaruh rasa hormat kepadanya, disertai mendekatkan diri kepada DIA yang Maha Memiliki Ilmu dalam berkhidmat kepada guru.

b. Hendaknya penuntut ilmu tidak mendahului guru untuk menjelaskan sesuatu atau menjawab pertanyaan, jangan pula membarengi guru dalam berkata, jangan memotong pembicaraan guru dan jangan berbicara dengan orang lain pada saat guru berbicara. Hendaknya penuntut ilmu penuh perhatian terhadap penjelasan guru mengenai suatu hal atau perintah yang diberikan guru. Sehingga guru tidak perlu mengulangi penjelasan untuk kedua kalinya.

c. Penuntut ilmu meminta keridhaan guru, ketika ingin menyebarkan ilmu yang disampaikan baik secara tertulis maupun lisan ke orang lain, dengan cara meminta ijin. Apabila dari awal guru sudah menyampaikan bahwa ilmu tersebut boleh disebarluaskan, maka cantumkan/ sebut nama guru sebagai bentuk penghormatan kita.

ADAB TERHADAP SUMBER ILMU
a. Tidak meletakkan sembarangan atau memperlakukan sumber ilmu dalam bentuk buku ketika sedang kita pelajari.

b. Tidak melakukan penggandaan, membeli dan mendistribusikan untuk kepentingan komersiil, sebuah sumber ilmu tanpa ijin dari penulisnya.

c. Tidak mendukung perbuatan para plagiator, produsen barang bajakan, dengan cara tidak membeli barang mereka untuk keperluan menuntut ilmu diri kita dan keluarga.

d. Dalam dunia online, tidak menyebarkan sumber ilmu yang diawali kalimat “copas dari grup sebelah” tanpa mencantumkan sumber ilmunya dari mana.

e. Dalam dunia online, harus menerapkan “sceptical thinking” dalam menerima sebuah informasi. jangan mudah percaya sebelum kita paham sumber ilmunya, meski berita itu baik.

Adab menuntut ilmu ini akan erat berkaitan dengan keberkahan sebuah ilmu, sehingga mendatangkan manfaat bagi hidup kita dan umat.

Referensi :
Turnomo Raharjo, Literasi Media & Kearifan Lokal: Konsep dan Aplikasi, Jakarta, 2012.
Bukhari Umar, Hadis Tarbawi (pendidikan dalam perspekitf hadis), Jakarta: Amzah, 2014, hlm. 5
Muhammad bin sholeh, Panduan lengkap Menuntut Ilmu, Jakarta, 2015


Setelah materi dilahap oleh peserta, selanjutnya ada sesi tanya jawab bersama fasilitator, Teh Evi Suci Pratiwi. Ada pertanyaan yang menarik bagi saya.

1. Bagaimana cara membersihkan hati dan jiwa sehingga kita bisa benar-benar ikhlas menerima ilmu?
Jawaban:
a. Luruskan niat, bersihkan niat dalam hati kita untuk menuntut suatu ilmu semata-mata karena Allah. demi meningkatkan derajat kemuliaan hidup, maka mencari ilmulah dengan cara-cara yang mulia.
b. Kosongkan kepala, dengan ilmu-ilmu yang telah kita pelajari dengan rasa ingin tahu yang besar. Jadilah seperti gelas kosong yang siap diisi air, tidak menjadi gelas penuh yang airnya meluap tak menampung.
c. Ikhlas hilangkan dendam dan luka lama sehingga kita bisa tulus dalam ilmu demi kemaslahatan hidup dan keridhoan Allah  bukan untuk kepentingan tertentu.
d. Belajar mendengarkan dengan sepenuh hati ketika ilmu disampaikan.

2. Penyebaran berita dan informasi online kan cukup mudah dan tidak jelas, bagaimana menerapkan sceptical thinking untuk memvalidasi kebenaran suatu ilmu/berita/informasi?
Jawaban:
Prinsip sceptical thinking adalah sebagai berikut :
a. Tidak mudah percaya 100% terhadap berita yang masuk, baik itu berita baik maupun buruk. Karena yang baik/buruk belum tentu benar.
b. Menanyakan kebenaran sebuah berita dengan sumber yang valid.
Ingat!
menanyakan BUKAN mempertanyakan.
Ini bedanya :
“Mohon maaf, infonya menarik banget mbak, kalau boleh tahu sumber berita ini darimana ya mbak?”
Ini menanyakan.
"Beneran mbak berita ini? Emang sumbernya mana?”
“Yakin?” “masak iya sih?”
Ini mempertanyakan.
Di era sekarang dengan tsunami informasi maka kita bekali diri dengan ilmu literasi media.




Akhirnya tiba juga pengumpulan NHW 1 dari Materi Adab Menuntut Ilmu. Nice Homework ini berfungsi juga sebagai penguat materi yang sudah disampaikan. Sebenarnya malu mau share jawaban NHW di blog. Tapi bismillah, semoga jadi pengingat diri sendiri juga suatu saat nanti atau mungkin beberapa detik ke depan yang suka naik turun moodnya.

Nice HomeWork #1

1. Jurusan ilmu yang ingin ditekuni di Universitas Kehidupan
Jurusan IT, yang sekarang pun sedang saya ambil dipadukan dengan parenting islami.

2. Alasan menekuni bidang tersebut
Sebelum menjawab sebenarnya saya sudah kepo-kepo hasil jawaban teman yang lain. Ada yang menjawab jurusan psikologi, wirausaha, sampai pada jurusan soal berbagi. Saya kembali mencolek hati. Dan yap, saya ingin menekuni bidang ilmu yang sedang digeluti. Paduan IT dan parenting islami.

Kenapa IT? Saya dulu pilih IT karena tidak banyak hafalannya. Hehehe. Dan alasan lainnya menjadi orang yang melek di zaman now. Zaman sekarang setiap pekerjaan hampir semuanya berhubungan dengan komputer. Minimal ms office. Itu yang membuat saya tertarik, biar mudah cari kerja (pikiran zaman old).

Nah sekarang karena sudah berkecimpung di dunia IT, sayang juga kalau tidak ditekuni. Suami pun basicnya dari IT. Dan mulai bertumbuhnya satu demi satu pesantren IT, jadi punya keinginan untuk mendirikannya di tanah warisan orang tua. Kalau tidak bisa membuat pesantren untuk umum, minimal pesantren IT untuk anak sendiri. Sehingga perlu juga ilmu parenting islami.

Apalagi suami sering mewanti-wanti tupoksi (tugas pokok istri) salah satunya adalah  "Al ummu madrosatul ula, idzaa a'dadtaha a'dadta sya'ban khoirul 'irq”. Seorang ibu adalah sekolah pertama bagi anaknya. Jika engkau persiapkan ia dengan baik, maka sama halnya engkau persiapkan bangsa berakar kebaikan. Beliau sering mengingatkan salah seorang yang berjasa dalam mendidik Muhammad Al Fatih, penakluk Konstatinopel, yaitu ibunya. Ibunya yang mengenalkan geografi, garis batas wilayah. Wah, masuk pelajaran IPS nih ya? Jadi sebenarnya untuk menunjang peran sebagai ibu banyak jurusan yang perlu ditekuni.

3. Strategi menuntut ilmu
Kerja sama. Sekarang kan sudah tidak single lagi. Apalagi sudah ada anak, masih bayi pula jadi perlu kerja sama dengan baik. Terutama soal waktu. Waktu nugas, waktu mimik, waktu tidur, waktu pillow talk, dsb. Kerja sama juga dengan suami dalam hal pengasuhan anak, penataan rumah sampai penyediaan makanan. My family my team lah pokoknya. Alhamdulillah suami mendukung jadi pernah saat istrinya ada tugas kuliah, ngga masak malah masakin nasi goreng, dll. Alhamdulillah, terima kasih abine...


4. Perubahan sikap yang ingin diperbaiki dalam proses menuntut ilmu

- Senantiasa menjadi gelas kosong

- Menaruh rasa hormat pada guru

- Mengikat ilmu dengan mencatatnya

Komentar

  1. Masya Alloh. Barokallahu fik mbak. Adab mengosongkan gelas itu yang saya rasa paling susah untuk dikerjakan. Ada triknya ga mbak?

    BalasHapus
  2. Wah sy juga ngerjakan tugas ini loooh mbak hehe. Semangat ngerjakan NHW untuk berikutnya ya mbak. Supaya bisa lulus dan segera dapat ilmu IIP yang lain :)

    BalasHapus
  3. Waaahh selamat sudah menjadi bagian dari IIP. Semangat ya mbak. Smg istiqomah 😊. Kemarin pas pendaftaran pasti seru krna kudu rebutan kursi sblm kehabisan. Hehe..

    BalasHapus
  4. Ga abis2 nya ya mba Kalo bicara menuntut ilmu.. Merasa udh tau banyak, ternyata masiiiih aja ilmu kita kurang kalo ketemu ahlinya. Aku yg udh kerja skr aja, di bidang perbankan, ttp harus update selalu info baru, ilmu baru, krn trend keuangan juga berputar.. Kalo kita ngerasa nyaman trs dengan kebiasaan dan aturan lama, siap di gilas ama bank kompetitor lain :)

    BalasHapus
  5. Waahh bnyak bgt ya adab ilmu itu, bersungguh2..wajib bgt ya mba..noted mba

    BalasHapus
  6. IIP itu apa teh? komunitas atau bagaimana?

    BalasHapus
  7. Wah keren ..rajin ikut IIP, emang harus gitu ya jadi ibu sekarang... :)

    BalasHapus
  8. seru mbak bisa kuliah lagi nih, apalagi tentang menjadi Ibu yang baik

    BalasHapus

Posting Komentar