Postingan

Menampilkan postingan dari 2018

Nice HomeWork 4: Mendidik dengan Kekuatan Fitrah

Gambar
Minggu demi minggu akhirnya terlewati di Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional. Setelah beberapa pekan kemarin mudik dan NHW tergeletak hanya sempat dibaca saja. Beruntunglah ada perpanjangan waktu bagi saya untuk menyelesaikan NHW 4 ini, alhamdulillah.

Materi edisi kali ini tidak kalah spesial dengan edisi sebelumnya. Materi kali ini bertemakan “Mendidik dengan Kekuatan Fitrah”. Selain belajar tentang pendidikan anak dengan kekuatan fitrah, kemudian di NHW kami diarahkan untuk menentukan milestone yang memandu perjalanan kami dalam menjalankan misi hidup.

Ada quote menarik yang disampaikan pada NHW #4
Sekarang buatlah sejarah anda sendiri.
Karena perjalanan ribuan mil selalu dimulai oleh langkah pertama, segera tetapkan KM 0 anda.
Berikut materinya…

Program Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #4
MENDIDIK DENGAN KEKUATAN FITRAH

Bunda, setelah kita memamahi bahwa salah satu alasan kita melahirkan generasi adalah untuk membangun kembali peradaban dari dalam rumah kita, maka semakin jela…

Nice HomeWork 3: Membangun Peradaban dari Dalam Rumah

Gambar
Nice homework kali ini edisi special tanpa telor. Ada tantangan mebuat surat cinta untuk suami. Saat nulis surat cinta, pas sekali kami sedang LDR-an. Saya sedang di rumah mamah di Brebes, suami masih di Bandung. Dag dig dug nulis sambil chattingan via telegram dengan suami padahal sebelumnya udah cerita ada NHW di IIP suruh bikin surat cinta (saya selalu sharing NHW sama suami malah beliau kadang mem-breakdown materi sebelum istrinya mengerjakan NHW :* ). Setelah selesai nulis surat cinta, kemudian kirim via email dan langsung pamit undur diri di telegram karena memang paket data minim.

Sambil menunggu cerita balasan, baca lagi materi 3 Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional...

MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH“ Rumah adalah taman dan gerbang peradaban yang mengantarkan anggota keluarganya menuju peran peradabannya ”

Bunda, rumah kita adalah pondasi sebuah bangunan peradaban, dimana kita berdua bersama suami, diberi amanah sebagai pembangun peradaban melalui pendidikan anak-anak …

Asus X555QG Laptop Idaman Mahasiswa dan Semua Kalangan

Gambar
Selain menjabat sebagai ibu rumah tangga, saya masih berstatus sebagai mahasiswa di sebuah universitas. Dulu sewaktu SMK saya belum mengenal whatsapp bahkan facebookan dari opera mini yang dengan paket data di bawah 10MB saja cukup untuk beberapa minggu. Nah sekarang bukan MB lagi harus setingkat GB. Selain itu punya laptop dengan RAM 1GB saja sudah senang riang. Tapi kalau sekarang punya laptop dengan RAM 1GB bisa cepet masuk tempat service gara-gara saking gemesnya terus dibanting-banting #eh (mohon jangan ditiru)
Mengapa?
Kebutuhan informasi semakin berkembang. Dari yang sebelumnya hanya teks, audio lalu gambar kemudian video. Ingat sekali, dulu untuk berkirim foto dengan teman, saya kirim via MMS dengan tarif Rp 2.000,-/MMS itu pun resolusinya sangat kecil. Sekarang, empat komponen multimedia tadi (teks, gambar, audio dan video) bukan barang langka. Bahkan setiap kali meluncur ke sebuah website, komponen lengkap multimedia ini menyambut dengan ramahnya.
Selaras dengan itu, di sis…

Nice HomeWork 1: Adab Menuntut Ilmu

Gambar
Alhamdulillah bergabung di Institut Ibu Profesional (IIP) merelaksasikan pikiran saya. Yang tadinya sedang galau-galau ingin pindah kuliah tapi berat, mau tetap lanjut kuliah tapi jurusannya kok dirasa tidak sesuai peran. Yess, saya seorang ibu rumah tangga dengan satu balita (alhamdulillah) yang masih berstatus mahasiswa jurusan Teknik Informatika. 
Mendengar cerita seseorang yang berperan sama sebagai ibu rumah tangga sekaligus mahasiswa, namun berbeda jurusan, ada yang jurusannya sesuai dengan perannya sehingga skripsweetnya pun bisa 'nyambung' dengan ilmu parenting yang sedang ia gali, hal itu seringkali membuat saya ingin mundur dari per-TI-an lalu pindah jurusan. Tapi, di sisi lain berat juga meninggalkan apa yang sudah dibangun selama ini. Kuliah sudah mendekati masa-masa akhir. Biaya yang dulu dicari dengan kuliah sambil kerja sambil cari beasiswa. Mau dilepas begitu saja? Per-TI-an pun tentu akan ada relasinya dengan parenting. Ya, saya mencoba mencari jalan tengah. …

Yang Harus Dilakukan Saat HP Hilang

Gambar
Tak disangka Senin (8/01/2018) malam, kondisi sedang tidak enak badan, selepas uts, kemudian sekitar 19.30 WIB pulang ke kontrakan ternyata hp tidak ada di saku. Dan kondisi resleting saku jaket terbuka lebar. Kenapa ditaruh di saku? Saya hidup di rantau bertiga dengan suami dan anak yang masih bayi. Pagi jadwalnya suami kerja, saya di rumah bersama anak. Malam jadwalnya saya kuliah, bergantian, suami yang menjaga anak. Sehingga meski kuliah tetap siaga apalagi hp silent mode, hanya bergetar-getar saja. Kemungkinannya saya tidak meresleting dengan baik si jaket ini (sebelum ke luar kelas masih meriksa keberadaan sang hp) atau pas setelah bayar parkir ngga sengaja buka dan nutupnya ngga rapat. Bener-bener kurang fokus.

Di saat gerimis dan pusing saya memutuskan kembali lagi mencari ke kampus termasuk jalan yang dilalui, sendiri. Awalnya suami menawarkan diri tapi siapa nanti yang jaga Hafshah (7 month). Dan hasilnya nihil. Tanya ke security dan penjaga parkir pun nihil. Tak ketemu. Nomo…