Hadiah Spesial untuk Suami

Hadiah Spesial untuk Suami

Dia adalah pria yang dengan berani mengulurkan tangannya mengucap ijab pada wali, mengambil alih tanggung jawab terhadap seorang wanita  di pundaknya. Dia adalah pria yang tak mengusap air mata seorang wanita agar berhenti mengalir. Dia adalah pria yang menjadikan bahunya tegak ketika seorang wanita rapuh dan butuh bersandar.

Dia adalah suamiku. Seorang pria yang menerima aku apa adanya. Dia tak pernah banyak meminta menuntut memaksa seorang wanita -aku- menjadi 'istri ideal' pada umumnya. Dia adalah seorang guru yang membimbing dengan penuh kesabaran. Menuntun sebagaimana tengah memberikan uluran tangannya pada anak kecil yang baru bisa merangkak. Memberikan sentuhan kasih sayang ketika jatuh dan gagal menerpa.

Dia adalah suami yang menumbuhkan cinta dengan segenap jiwanya. Tak pernah sekalipun hardik kasar keluar dari lisannya. Tak pernah pula sebuah pukulan mengayun dari tangannya. Dia menebarkan benih kasih di sepanjang jalan kehidupan rumah tangga kami. Pada jalan yang menikung, dia menggandengku dan meluruskan arah tujuan kami dengan kesantunan.

Dia adalah seorang pria, guru, suami dan calon ayah dari anak-anakku.

Kurang lebih 9 bulan usia pernikahan kami, baru seumur jagung memang. Naik-turun kelak-kelok perjalanan rumah tangga telah banyak yang mewarnai hari-hari kami. Awal-awal pernikahan adalah sebuah penyesuaian diri yang cukup berat bagiku, ditambah dengan seorang janin yang sebulan setelah pernikahan diamanahkan dalam rahim ini. Aku yang berstatus sebagai istri, karyawan sekaligus mahasiswa dengan segenap daya upaya mencoba menyeimbangkan semuanya. Namun, tiga profesi itu tak bisa berjalan bersama dengan hasil maksimal. Beberapa kali merasa gagal menjadi istri. Pulang kerja sore, lanjut kuliah malam, sampai di kontrakan, jiwa dan raga tak terkendali ditambah dengan kondisi mual dan tak enak badan saat hamil muda.

Beruntung aku memiliki suami luar biasa. Ia tak pernah marah ketika pagi hari tak ada sarapan. Justru ia yang selalu pergi ke pasar untuk membeli buah-buahan dan menyiapkan bekal sebelum berangkat kerja. Berkali-kali ia memintaku untuk berhenti bekerja. "Mencari nafkah adalah tugas suami," tuturnya. Namun aku masih ragu-ragu menurutinya dengan menimbang pemasukan dan pengeluaran dari beberapa waktu ke belakang sedangkan keperluan kami masih banyak yang belum terpenuhi apalagi kalau pemasukan harus berkurang dan lahir anak-anak. Dan berbagai macam 'kalau' yang kuutarakan.

Hingga suatu titik ia telah menggugahku bahwa rezeki itu datang dariNya, pintu rezeki tak ada yang bisa menduga dan tak ada rumus paten yang bisa digunakan untuk menghitungnya.

Akhir Januari 2017, aku mengundurkan diri dari perusahaan. Pun sementara waktu cuti dari kegiatan perkuliahan untuk fokus menjalani 'profesi baru' sambil menimba ilmu. Awalnya tergoda untuk bekerja sambilan menambah penghasilan karena memang itu pun terbayang sebelum resign dari perusahaan. Suami tak pernah meminta pun tak pernah melarang. Ia selalu berusaha memberikan yang terbaik untuk istri dan calon anaknya. Ternyata memang pintu rezeki siapa yang bisa menduga. Satu pintu yang menurutku telah tertutup, melalui tangan suami, ada pintu lain terbuka. Dan wujud rezeki bukan hanya dari pemasukan bulanan. Kesehatan, dll juga. Alhamdulillah.

Namun dengan begitu tak lantas membuat kami mudah saja membeli sesuatu. Suatu hari suamiku pernah bercerita tentang sebuah kaos di toko online dengan harga yang cukup miring. Tapi batal ia beli dengan alasan, kini kehidupannya sudah 'beristri' ah iya, ternyata kami sama-sama mengalaminya, aku pun tak bisa semaunya sendiri. Aku yang dulu setiap bulan menyisihkan uang belanja, entah untuk beli jilbab, gamis, gadget atau lainnya. Kini kami harus bersinergi dalam memanfaatkan rezeki dengan sebaik mungkin. Memprioritaskan apa yang diprioritaskan. Begitu bagiku asam manis pernikahan.

Beberapa hari yang lalu, setelah suami berangkat ke kantor, aku hendak keluar kontrakan untuk pergi ke tukang sayur, dan ternyata sandalku tidak ada. Aku mengira menghilang ke mana. Pada hari itu juga suami hendak mengambil surat keterangan resign-ku di ex-kantor. "Pakai sendal aja ya nanti," chatnya di whatsapp. Loh kok tiba-tiba bilang pakai sandal dan ingatanku mengarah pada si sandal jepit tosca milikku ternyata dipakai pak suami toh. Ah, pak suami itu kan sandalnya lumayan girly... Entah kapan terakhir kali ia beli sandal. Sandalnya dulu hilang di mushola, aku pinta untuk beli sendal tak beli-beli. Akhirnya saat belanja di suatu minimarket aku menemukan ada sandal langsung deh beli. Dan kini sandalnya memang perlu ada lagi yang baru.

Pak suami oh pak suami. Kadang masih sempat berfikir kok bisa ya? Kok bisa sih? 4 April 2015, pertama kalinya ia datang ke rumah. Ceritanya di sini. Kini hampir dua tahun ternyata. Saat aku tengah membereskan barang-barang di lemari, senangnya menemukan sejumlah uang dari hasil mengisi kegiatan weekend dulu sebelum hamil. Alhamdulillah. Ada yang bisa dipertimbangkan untuk dibeli. Semua hari adalah istimewa, tak ada salahnya sebelum hari itu tiba. Entah hari di mana kedatangannya pertama kali ke rumah, hari pernikahan kami atau hari kelahiran putri pertama kami yang masih menghitung detak detik waktu. Hadiah spesial tak menunggu momen spesial, ia hadir dari hati terspesial kan? Hehehe. Maksa.

Dengan kandungan yang sudah semakin membesar tak menjadikanku se-fleksibel dulu, mau pergi ke mana bisa saja dengan kendaraan pribadi atau kendaraan umum. Kini izin suami sudah plus-plus bersyarat jika ingin ke luar kontrakan. Harus diantar suami. Tanpa suami, no way! Dan aku pun harus pulang dalam waktu dekat ke rumah mamah untuk mempersiapkan persalinan. Ya, memang sudah menjadi rencana kami untuk melahirkan di kampung halaman supaya banyak keluarga yang bisa membimbing dan turut direpotin, sementara di tanah rantau kami tidak punya saudara dekat. Pastinya LDR-an deh karena suami harus tetap bekerja di perantauan.

Beruntunglah sekarang sudah banyak toko online. Aku tidak perlu repot-repot keluar cari barang yang belum pasti aku temukan. Belum lagi harus menembus lalu lintas perjalanan dengan perut buncit ditambah muter-muter tiap toko, selain itu waktu yang mepet karena harus sudah cus ke kampuang nan jauh di mato. Cukup nyalakan internet dan akhirnya aku menemukan hadiah spesial untuk suami sesuai yang diperlukan di sini.
Hadiah Spesial Untuk Suami

Untuk mendapatkannya cukup mudah:

  1. Masuk ke elevenia.co.id

  2. Lakukan registrasi
    Klik menu register di menu bagian atas. Uhm, loadingnya cukup lama padahal koneksi pakai wifi. Masukan nih buat Elevenia, semoga ke depannya bisa lebih kenceng. Jadi kalau ada yang nemuin error demikian, jangan lupa refresh ya..

  3. Isi semua data yang ada di form setelah itu klik Daftar

  4. Verifikasi nomor telepon. Anda akan mendapatkan sms dari 'elevenia' dan masukkan kode verifikasinya.

  5. Masuk ke halaman utama situs elevenia

  6. Ketikkan jenis barang yang dicari pada form pencarian

  7. Pilih item yang diinginkan

  8. Nah, kalau sudah dipilih, bisa dizoom untuk melihat detail barangnya dan gambar barangnya tidak hanya dilihat dari 1 sisi, kita bisa memilih ketersediaan gambarnya.

  9. Lengkapi jenis pengiriman, ukuran, dll yang berhubungan dengan pemesanan.

  10. Jika sudah, klik 'Beli Sekarang'

  11. Isi alamat tujuan dan metode pembayaran. Nah ini nih, karena aku LDR-an jadi alamat tujuannya langsung ditujukan ke tempat perantauan suami. Plus kalau ke kampung halaman sering nyasar karena pelosoknya itu loh. Ya meski nantinya tidak berbungkus kado dan pita merah jambu, semoga berkahnya dunia akhirat (aamiin).

  12. Lakukan pembayaran sesuai metode yang dipilih. Invoice kita berlaku sampai 5 hari.

  13. Selesai. Tinggal tunggu deh kedatangan barangnya...




[caption id="" align="aligncenter" width="348"] sumber : elevenia.co.id[/caption]

Aku mendapatkan Raindoz Sandal Casual Pria RCI 108 dengan warna coklat manis tidak terlalu muda dan tidak terlalu tua serta tidak banyak kombinasi warna. Dari segi desain sederhana. Dan ukiran alasnya menghindarkan dari kepleset. Harga yang ditawarkan sendiri tidak jauh berbeda dengan di pasaran untuk model yang sama.

Alhamdulillah perkembangan teknologi mempermudah beberapa hal. Di sisi lain dengan kemudahannya jadi godaan juga untuk sering-sering belanja. Tetap bijak menghadapi kemajuan teknologi ya, jangan sampai boros (ngomong sama diri sendiri).

Semoga hadiahnya bermanfaat, Pak Suami. Dan selamat menantikan hadiah spesial dariNya. Terima kasih untuk semuanya, uhibbuka fillah.  💙💙💙

***


Lanjutan setelah order selesai...


Dan setelah klik, cari.. tinggal hepinya. Alhamdulillah pesanan dibayar Jumat, 10 Maret 2017 kemudian di hari Senin, 13 Maret 2017 siang hari datang kirimannya.



Meskipun ngga sureprise-sureprise amat yang penting hepi - belanja online pas dapet yang amanah jadi hemat waktu, hemat tenaga dan ngga capek hati alias 'mangkel' komplen sana-sini.


Keesokannya ada yang kirim gambar via WA (ya gini lah nasib LDR *lagi-lagi curcol). Alhamdulillah ukurannya pas ya.. barangnya sesuai dengan pic yang diposting. Tinggal klik, cari, Pesanan  hadiah spesial untuk suami sampai, bumil pun hepi :D


Komentar

  1. Allahummaj'alni khairan mimma yazhunnun.. Jazakillahu khoiron sayang. Uhubbukum fillah... Kedua hadiahnya sedang mas tunggu, semoga penuh berkah. Aamiin

    BalasHapus
  2. Kadonya berguna untuk sehar-hari ya mba

    BalasHapus
  3. Yeaaay kerrn pake banget hadiahnya ^^, moga suaminya seneng yaaa

    BalasHapus
  4. Yah.. Gini nih kalau suami ngepoin blog istri dan istrinya mau ngasih hadiah tapi diposting duluan di blog :emottepokjidat: waiyyakum sayang..

    BalasHapus
  5. toko online menjadikan segalanya lbh praktis

    BalasHapus
  6. Alhamdulillah, suaminya pasti senang ya..
    Aku suka cara berceritanya ^^

    BalasHapus
  7. Hmmm... hadiah yang indah terkadang merupakan hal yang sederhana tapi penuh makna

    BalasHapus
  8. Betul.. betul.. betul...

    BalasHapus
  9. Alhamdulillah.Semoga, Teh Nes.. Makasih ya

    BalasHapus
  10. Ngasih hadiah ke suami lebih mudah ya dengan Elevania ya teh

    BalasHapus
  11. semua menjadi lebih mudah....

    BalasHapus
  12. Alhamdulillah iya teh..

    BalasHapus
  13. Alhamdulillah iya cukup membantu. Zamannya serba online hehe.

    BalasHapus
  14. Ya Allah, lili so sweet sekali. Semoga selalu menjadi keluarga yang sakinah mawadah dan warrohmah yaa Aamiin..

    BalasHapus

Posting Komentar