Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2016

Diary Pernikahan Bagian 2 : Sebersit Rasa

Gambar
Pernikahan adalah jalan di mana dua insan merapatkan barisan dalam penghambaan padaNya. Pernikahan bersarikan harapan, harapan tanpa paksaan, harapan tanpa kecelakaan, harapan tanpa kekeliruan, harapan yang membumbung tinggi mengalirkan energi-energi sehangat pagi.

Menyambung dari cerita sebelumnya yang pada akhrinya kami bertemu. Yang belum baca, baca dulu ya... Diary Pernikahan Bagian 1. Awal mula aku memutuskan untuk ikut kegiatan rihlah myquran di Bogor selain jalan-jalan di hari Sabtu, hari Minggunya aku bisa menjenguk adikku - Adam -  yang waktu itu masih kelas empat sekolah dasar dan mondok di Daqu Ketapang, Tangerang. Apalagi mamah jarang jenguk karena banyak keterbatasan dan pekerjaan yang beliau lakukan kadang hanya bisa nitip uang saku ke saudara dan sekedar bersapa dari jauh via telepon. Alhamdulillah Adam tumbuh sebagai anak dewasa yang mampu memahami keadaan keluarga dan tentunya ini pengorbanan juga bagi mamah. Siapa sih ibu yang mau tinggal jauh dari anak-anaknya. Belia…

Diary Pernikahan Bagian 1 : Pertemuan Pertama

Gambar
Telah terlewati 99 hari bersama seseorang yang telah mengikatkan janji suci. Suka duka semua rasa kehidupan telah mewarnai hari-hari kami. Pernikahan, mitsaqan ghalidza, perjanjian nan amat berat. Tak hanya berat sebelum melakukan, saat melakukan, pun setelah perjanjian itu terucap, ujian demi ujian tak kunjung usai.

Awalnya keputusan itu tidak mudah. Menikah di usia muda. Masih di awal-awal semester kuliah Strata I, di samping kuliah juga bekerja sebagai karyawan swasta. Memiliki ibu seorang single parent dengan empat orang anak, aku yang terbesar, yang paling kecil baru kelas satu sekolah dasar. Mereka tidak pernah menjadi beban bagiku, justru mungkin sebaliknya. Tapi sebagai anak pertama, tentu ada suatu keinginan untuk meringankan beban orang tua supaya mamah tidak perlu lelah bekerja pagi siang malam sendirian. Sehingga disamping kerja pagi, kuliah malam, juga mencari beasiswa. Alhamdulillah ala kuli hal. Setidaknya setiap bulan ada sisihan untuk oleh-oleh pulang ke rumah atau saa…