Farm House Lembang Rasa Luar Negeri



Farm House merupakan tempat wisata Lembang yang akhir-akhir ini menjadi bahan perbincangan atau rujukan untuk rekreasi baik bersama sahabat maupun keluarga. Farm house menawarkan pemandangan kebun berbagai macam bunga dengan arsitektur bangunan ala luar negeri dan beberapa desain yang unik. Selain ada warna-warni bunga nan cantik ada pula beberapa jenis hewan seperti di peternakan. Tak hanya itu masih banyak fasilitas dan pemanjaan mata yang bisa dinikmati saat memasuki tempat wisata ini. Cukup dengan membayar Rp 20.000,- pengunjung bisa menikmati sepuasnya dan tiket masuk tadi bisa ditukar dengan setusuk sosis bakar atau satu cup susu murni. Enak kan?

 







 

 

 

 

 

Farm House ini resmi dibuka sekitar akhir tahun 2015 kemarin. Nah setiap harinya pengunjung bisa mulai masuk dari pukul 09.00 - 21.00 WIB kecuali hari-hari tertentu yang mengharuskan tutup lebih awal.

Sebelum tahun 2015 resmi habis, Teh Desi salah satu pengurus My English Club ngajakin outing ke Farm House. Ya langsung deh daftar. Besoknya tepat 1 Januari 2016 kami; TS, Teh Desi, Teh Tika, Teh Rena, Teh Haya, Teh Tuti, Bro Farieh, Bro Azzi dan Bro Widi icip-icip jalan ke Farm House. Super padat. Begitu masuk mau foto-foto perlu ngantri dulu biar dapet tempat yang sepi.

Untuk dapat menuju ke tempat ini, pengunjung bisa menggunakan kendaraan umum angkot yang ke lembang cukup sekali saja dari terminal ledeng turun di depan Farm House persis. Atau kalau mau pakai kendaraan pribadi juga bisa banget. Parkir motor sebenarnya sudah disediakan di dalam Farm House. Tapi banyak warga yang menawarkan parkir di luar dengan harga yang cukup berselisih. Kalau teman-teman pilih parkir di dalam, untuk motor bayar Rp 5.000,-; mobil bayar Rp 10.000,-.

Apa saja yang bisa kita dapatkan di Farm House?
1. Bangunan Unik

Banyak bangunan dengan bentuk maupun kekhasan yang jarang kita jumpai. Seperti Rumah Hobbit, Katrol dan bangunan lainnya. Oh iya, ada juga sepeda-sepeda yang dipamerkan di beberapa sudut tempat.




 

2. Taman Bunga

Bunga-bunga cantik ditanam sedemikian rupa dengan perpaduan warna yang manis. Tidak hanya di pot, di depan rumah, di halaman bahkan di atap juga ada barisan warna yang menggiurkan mata.






 

3. Binatang Ternak

Domba, kelinci, monyet, aneka burung dan hewan lainnya turut meramaikan Farm House. Setiap jenis memiliki kandang tersendiri. Layaknya di kebun binatang tapi hewan-hewan di sini ragamnya dari binatang ternak.







 

 

 

 

4. Penyewaan kostum

Ada khas lain saat mengunjungi Farm House. Selain bangunan dan suasananya yang ke-barat-an, pengunjung juga bisa meleburkan dirinya dengan menyewa kostum sehingga lebih terasa tengah berada di suatu negeri. Kebanyakan yang menyewa itu teteh-teteh atau anak perempuan padahal ada juga lho untuk laki-lakinya. Satu jam sewa ditarif Rp 50.000,-.







 

5. Fasilitas Umum dan Kebersihan

Sebelum Farm House dibuka beberapa petugas kebersihan sudah siap untuk menyiram bunga dan bersih-bersih. Mereka bekerja secara shift. Oh iya, saat berkunjung ke Farm House banyak pengunjung yang suka seenaknya sendiri buang sampah di sembarang tempat. Meskipun ada petugas setidaknya kita juga bisa menahan diri dan membiasakan untuk tidak buang sampah sembarangan *sambil ngingetin diri sendiri*

Untuk mushola letaknya di lantai 2 bangunan yang dekat dengan tempat penyewaan kostum.







 

6. Tempat oleh-oleh dan kerajinan tangan

Jika teman-teman berasal dari luar kota dan berencana beli oleh-oleh sepulang dari Farm House. Tidak perlu jauh-jauh karena di dalam Farm House sendiri ada tempat yang menjual kerajinan tangan, baju dan beberapa perkakas lain dengan harga yang masih standar tempat wisata. Mulai dari pernak pernik kecil yang berlabel 15 K hingga lebih dari 100K



 

7. Tempat Makan

Buat teman-teman yang ngga terlalu suka sama susu, jangan takut kehausan. Farm House menyediakan beberapa tempat penjual makanan dan minuman. Tapi info dari salah seorang temen nih siap-siapin dompet aja ya. Karena selain bangunan, suasana, kostum yang ala Luar Negeri bisa jadi harga makanannya juga ala ala hehe. Oh iya, untuk yang suka ngecek-ngecek halal atau ngga-nya, aku kurang tahu nih..




 

 

 

 

 



 

 

 

 

***


Susahnya nyari spot foto... :

Karena Farm House tergolong baru dan banyak pengunjung, mau foto itu harus cari-cari momen yang tepat biar suasananya punya kita banget. Nah saat itu kan lagi ramai-ramainya di halaman atas. Mau foto kayaknya ngga memungkinkan dan ternyata mendung pun menurunkan hujannya. Jadilah satu per satu orang berlarian untuk berteduh. Ini kesempatan bagus, gumamku hahaha. Saat hujan mulai agak reda dan lapangan belum dikerumuni pengunjung ambil deh kesempatan untuk cekrek-cekrek.





1 ... 2 ... 3 .. krek!

Dapat deh satu foto dan satu puisi


***


Ini Perjalananku - Must Be My Own Story




Ba'da shalat dzuhur, teman-teman dari MEC memutuskan untuk pulang. Sedangkan aku masih bingung. Di Farm house baru mendapatkan gambar dan secuplik kata. Ah, rasanya biasa saja. Aku pun memutuskan untuk berpisah. Ya berpisah bukan untuk ikut pulang. Aku kembali ke dalam Farm House. Menyusuri setiap lekuknya lagi. Berbeda ketika harus jalan mengikuti dan jalan sendiri. Kita bisa menatap lekat pada suatu benda selama mungkin. Memandangi, merasakan lika liku bentuknya atau warna warni aroma. Tapi bukan berarti aku lebih menyukai kesendirian dan membenci kebersamaan. Tidak sama sekali. Kadang kita perlu sejenak waktu untuk mencari dan merangkai kisah sendiri.

Aku kembali dan menemukan beragam cerita. Mengobrol dengan ibu-ibu yang bekerja sebagai tenaga kebersihan, dengan burung-burung, dengan pegunjung, dengan bayangan sendiri di kaca jendela. Dan, aku menemukan Esperanza! Seorang gadis yang menjadi tokoh di novel karya Pam Munoz Ryan dengan judul Esperanza Rising.

Esperanza - Harapan - Farm House. Ketiga kata itu berkelindan. Eseperanza adalah anak seorang pemilik perkebunan yang kaya raya namun setelah ayahnya meninggal roda kehidupannya berputar drastis. Bukan perkebunannya merugi melainkan tangan-tangan sang paman bermain di balik itu semua. Perkebunan. Ya. Esperanza - Harapan - Farm House. Farm House seakan menggambarkan betapa megahnya rumah milik Esperanza.

Bukankah Indonesia juga memiliki tanah yang lapang, gemah ripah loh jinawi. Dan kelak minimal gubuk-gubuk Indonesia-lah yang berdiri kokoh di luar sana, memperkenalkan betapa senyum petani Indonesia itu bikin adem sambil kipas-kipas pakai caping diiringi semilir angin dan ciciruit Burung Gereja. Eseperanza - Harapan. Harapan itu ada.

 

 

Komentar

  1. Kereeen...
    Ga jadi bikin paspor . Eh,

    BalasHapus
  2. Aku penasaran sama rumah hobbitnya juga kostumnya. Eh tapi kayaknya kostum yang tersedia buatku jangan-jangan standarnya abg hihihi nasib orang kurang tinggi. #yeeeehcurhat

    BalasHapus
  3. Saya baru ke Farmhouse hari Senin kemarin dan penuhnya luar biasa sampe gak bisa ngapa-ngapain :( Ohh Syifa ikut MEC? Saya kenal beberapa temen disana hehe.

    BalasHapus
  4. Beberapa kali membaca soal Lembang Farmhouse. Moga bisa kesana suatu saat nanti sama keluarga :)

    BalasHapus
  5. aku mau atuh ke Farm House, tapi kapan lagi ya ada panggilan diklat d lembang, biasanya ke lembang pas diklat aja soalnya

    BalasHapus
  6. alhamdulillah uda pernah ngerasai, tiketnya enak dtuker susu, sosinya kurang greget

    BalasHapus
  7. Pengen kesana, moga tahun ini bisa terwujud deh, hihihi
    Musholanya nyaman banget, bersih ya

    BalasHapus
  8. Karena perempuan lebih narsis daripada laki-laki, makanya penyewaan kostumnya kebanyakan perempuan, Mbak hehe

    BalasHapus
  9. mau ke mana tuh bikin paspor

    BalasHapus
  10. coba aja mba efi.. banyak pilihan ukurannya

    BalasHapus
  11. Iya, Teteh. Tapi sekarang diriku jarang aktif kumpul hehe. Teteh gabung aja, seruu ramee.. tiap Sabtu dan Minggu biasanya di Muslimah Centre

    BalasHapus
  12. Duh mba ev mah gitu.. kerjaannya sambil jalan-jalan. Seneng pisan...

    BalasHapus
  13. wah bisa jadi bisa jadi

    BalasHapus
  14. Jangan lupa oleh-oleh ceritanya, mbak

    BalasHapus
  15. Iyakah? Belum pernah ngerasain sosisnya :D

    BalasHapus
  16. Cusss langsung jalan mbak, hehe

    BalasHapus
  17. Di lihat dari luar si lumayan, Mba

    BalasHapus
  18. Aku udah ke sana juga, Mbak Tally. Memang keceee beneer tempatnya ^_^

    BalasHapus
  19. iya, teteh... apalagi kalau udah ngga rame banget ya. Bisa puas jalan-jalannya ngga berdesakan

    BalasHapus
  20. Saya pun sudah menikmati indah dan hitsnya tempat ini, ga perah sepi pengunjung

    BalasHapus
  21. iya, mba.. dan lumayan juga ngga terlalu jauh masuk lembangnya

    BalasHapus
  22. manteep artikelnya teeh
    duh jadi makin kegoda pengen kesana huhuu
    padahal masih deket~

    BalasHapus
  23. Pas saya ke sini akhir tahun lalu lagi rame2nya krn baru buka & pas liburan akhir tahun

    Kurang puas hihi

    BalasHapus
  24. aku jg suka ke farmm housee... bawa anak pegang kelinci dan domba

    BalasHapus

Posting Komentar