Postingan

Menampilkan postingan dari 2016

Diary Pernikahan Bagian 5 - Istikharah Cinta

Gambar
Istikharah cinta
dalam hening sujud mengalun sebening-bening doa
menyisir semua rasa
pada jiwa yang tengah bertanya

Istikharah cinta
mengalir menitik mengaksara
menjadi bait-bait tanda
yang hadir menyelimuti jiwa
teduh syahdu tak bergoyah





"Setiap kita punya hati, dan di dalamnya nurani kita terus bergelatar menyuarakan  pesan Ilahi. Permasalahanya kemudian adalah bisa tidaknya pesan nurani  itu bergerak keluar menembus dinding hati lalu terdengar. Sering kali ia hanya berbisik. Tak jelas, atau bahkan terbungkam. Itu karena karat-karat dosa menjerujinya.  Kemudian, setiap suara hati hanya mampu menggetarkan jeruji-jeruji itu.  Hingga seringkali kita mengira suatu bisikan sebagai suara hati, padahal itu adalah geretak jeruji dosa dan palang-palang nafsu. Nurani yang berbisik, menyakiti hawa nafsu yang mengungkungnya. Lalu hawa nafsu itu berteriak nyaring. Dan dialah yang kita dengar."
-Jalan Cinta Para Pejuang, Salim A. Fillah-


Jawaban itu masih menggantung. Ya atau tidak? Sekaran…

Diary Pernikahan Bagian 4 - Pria yang Datang ke Rumah

Gambar
Jika jodoh adalah bagian dari rizqi, boleh jadi berlaku pula kaidah yang sama. Sosok itu telah tertulis namanya. Tiada tertukar, dan tiada salah tanggal. Tetapi rasa kebersamaan, akan ditentukan oleh bagaimana adab dalam mengambilnya. Bagi mereka yang menjaga kesucian, terkaruniakanlah lapis-lapis keberkahan. Bagi mereka yang mencemarinya dengan hal-hal mendekati zina, ada kenikmatan yang kan hilang meski pintu taubat masih dibuka lapang-lapang. Sebab amat berbeda, yang dihulurkan penuh keridhaan, dibanding yang dilemparkan penuh kemurkaan."
-Lapis-Lapis Keberkahan, Salim A. Fillah-


Alhamdulillah di 131 hari pernikahan, selesai juga bagian 4...Ini kelanjutan dari kisah sebelumnya. Silakan yang belum baca dibuka dulu biar ngga loncat-loncat:

Diary Pernikahan Bagian 1
Diary Pernikahan Bagian 2
Diary Pernikahan Bagian 3
***
Pria itu mulai berjalan mendekat ke dalam rumah. Satu-satunya pria, yang tahu berapa usiaku saat itu, yang juga tahu bahwa aku belum lama memasuki bangku perkuliah…

Diary Pernikahan Bagian 3: Tamu Tak Diundang

Gambar
Pernikahan bukan tentang siapa cepat. Pernikahan bukan tentang siapa hebat.
Pernikahan tentang seberapa taat. Pernikahan menghalau maksiat.
Ikhtiar itu perlu bukan untuk pernikahan semata.
Berbenah diri untuk kehidupan di kemudian hari.
Begitu rangkumanku tentang pernikahan dari keluarga, sahabat, gurunda.  Adakalanya dalam masa-masa sebelum menjejaki gaung akad, kehadiran orang lain begitu berarti. Ketika lena melupakan segalanya, niat yang terbangung kokoh bisa saja runtuh dengan jentikan kelingking nan mungil. Bukan hanya akad saja, tapi dalam setiap langkah. Oleh karenanya dianjurkan untuk memperhatikan dengan siapa kita berteman.

Dengan adanya orang yang mampu mengingatkan kita. Niat yang bengkok diluruskan kembali. Tapi tak jarang lirih godaan datang. Berbuat baik untuk dilihat orang lain. Saat ada dia, ya bisa jadi. Tiba-tiba ingin berbuat sesuatu yang menimbulkan peralihan perhatiannya. Atau mungkin saat ada teman, saudara, bahkan orang tak dikenal berharap apa yang kita kerjaka…

Diary Pernikahan Bagian 2 : Sebersit Rasa

Gambar
Pernikahan adalah jalan di mana dua insan merapatkan barisan dalam penghambaan padaNya. Pernikahan bersarikan harapan, harapan tanpa paksaan, harapan tanpa kecelakaan, harapan tanpa kekeliruan, harapan yang membumbung tinggi mengalirkan energi-energi sehangat pagi.

Menyambung dari cerita sebelumnya yang pada akhrinya kami bertemu. Yang belum baca, baca dulu ya... Diary Pernikahan Bagian 1. Awal mula aku memutuskan untuk ikut kegiatan rihlah myquran di Bogor selain jalan-jalan di hari Sabtu, hari Minggunya aku bisa menjenguk adikku - Adam -  yang waktu itu masih kelas empat sekolah dasar dan mondok di Daqu Ketapang, Tangerang. Apalagi mamah jarang jenguk karena banyak keterbatasan dan pekerjaan yang beliau lakukan kadang hanya bisa nitip uang saku ke saudara dan sekedar bersapa dari jauh via telepon. Alhamdulillah Adam tumbuh sebagai anak dewasa yang mampu memahami keadaan keluarga dan tentunya ini pengorbanan juga bagi mamah. Siapa sih ibu yang mau tinggal jauh dari anak-anaknya. Bel…

Diary Pernikahan Bagian 1 : Pertemuan Pertama

Gambar
Telah terlewati 99 hari bersama seseorang yang telah mengikatkan janji suci. Suka duka semua rasa kehidupan telah mewarnai hari-hari kami. Pernikahan, mitsaqan ghalidza, perjanjian nan amat berat. Tak hanya berat sebelum melakukan, saat melakukan, pun setelah perjanjian itu terucap, ujian demi ujian tak kunjung usai.

Awalnya keputusan itu tidak mudah. Menikah di usia muda. Masih di awal-awal semester kuliah Strata I, di samping kuliah juga bekerja sebagai karyawan swasta. Memiliki ibu seorang single parent dengan empat orang anak, aku yang terbesar, yang paling kecil baru kelas satu sekolah dasar. Mereka tidak pernah menjadi beban bagiku, justru mungkin sebaliknya. Tapi sebagai anak pertama, tentu ada suatu keinginan untuk meringankan beban orang tua supaya mamah tidak perlu lelah bekerja pagi siang malam sendirian. Sehingga disamping kerja pagi, kuliah malam, juga mencari beasiswa. Alhamdulillah ala kuli hal. Setidaknya setiap bulan ada sisihan untuk oleh-oleh pulang ke rumah atau s…

Antologi Puisi : Apa Kabar Semesta

Gambar
Alhamdulillah telah terbit Antologi Puisi solo perdana

Judul Buku: Apa Kabar Semesta
Penulis: Tally Syifa
Harga: Rp 38.000,00
Genre: Kumpulan Puisi
ISBN: 978-602-6259-03-5

Apa kabar semesta?

aksaramu berkelindan dalam kemegahan gagah kokohnya Guntur
aksaramu berkelindan di antara hijau belukar, bentang awan, kerikil di sepanjang jalan, gemericik sungai pun rintik hujan
aksaramu berkelindan sebelum kusapa engkau
namun peluk sambutmu hangat
hidangkan segala jamuan lezat
aku tersipu malu
betapa diri sering alpa
tak ada yang kubawakan untukmu dan keluarga
kau hanya tersenyum
mengajakku belajar mengeja membaca tiap aksara

****

Untuk pemesanan silakan melalui website oasegroup.com
Lagi ada promo!!! cek:

http://oasegroup.com/apa-kabar-semesta-detail-173600.html

Farm House Lembang Rasa Luar Negeri

Gambar
Farm House merupakan tempat wisata Lembang yang akhir-akhir ini menjadi bahan perbincangan atau rujukan untuk rekreasi baik bersama sahabat maupun keluarga. Farm house menawarkan pemandangan kebun berbagai macam bunga dengan arsitektur bangunan ala luar negeri dan beberapa desain yang unik. Selain ada warna-warni bunga nan cantik ada pula beberapa jenis hewan seperti di peternakan. Tak hanya itu masih banyak fasilitas dan pemanjaan mata yang bisa dinikmati saat memasuki tempat wisata ini. Cukup dengan membayar Rp 20.000,- pengunjung bisa menikmati sepuasnya dan tiket masuk tadi bisa ditukar dengan setusuk sosis bakar atau satu cup susu murni. Enak kan?



















Farm House ini resmi dibuka sekitar akhir tahun 2015 kemarin. Nah setiap harinya pengunjung bisa mulai masuk dari pukul 09.00 - 21.00 WIB kecuali hari-hari tertentu yang mengharuskan tutup lebih awal.

Sebelum tahun 2015 resmi habis, Teh Desi salah satu pengurus My English Club ngajakin outing ke Farm House. Ya langsung deh daftar. Besokny…

Aksesibel Untuk Semua

Gambar
[caption id="" align="aligncenter" width="285"] source img : dreamstime.com[/caption]

"Mereka bilang aku berbeda. Aku tidak mengerti kenapa. Padalah seperti anak-anak lain, aku dilahirkan dengan cara yang sama. Melalui perjuangan."
Sebuah kutipan dari film 'Ayah Mengapa Aku Berbeda?'

Film yang diangkat dari novel karya Kak AgnesDavonar ini sampai berulang-ulang diputar ngga bosen bikin terharu. Menghabiskan beberapa lembar tisu. Lebay? Tapi memang kenyataannya begitu. Kecuali waktu nonton bareng-bareng dan berusaha mengalihkan perhatian supaya ngga larut dalam cerita.

Dari pembukaan film, udah larut dengan kisah heroik sang ibu yang meninggal saat melahirkan. Kemudian anaknya, Angel ternyata mengalami tuna rungu. Dikucilkan teman-teman sampai dianiaya. Tak hanya itu, ia kembali diuji ketika ayahnya meninggal disusul sahabatnya pun meninggal karena kecelakaan. Bertubi-tubi ujian itu terus menghantam Angel.

Membaca cover novelnya, ada goresan K…