Desember 2015

Desember datang
membawa secangkir teh nasgitel hangat
yang kauteguk sendiri
dahaga menyengat setelah sebelas bulan perjalanan naik, datar, turun, badai, hujan, kering di atas aspal, gambut, cadas dengan hati tegar, koyak, payah

Awan pekat berarak di atas kita
sebentar lagi rintik air turun dari langit
"Jangan berharap ada pelangi setelah hujan," bisikku
kautahu
hujan di bulan Desember awet
hingga wajah bumi berpaling dari sang bagaskara
dan harapan yang kaubangun saat hujan turun akan sirna
sebelum itu maka bisikku sekali lagi, "Jangan berharap ada pelangi setelah hujan." Perjalanan kita masih jauh
jelajahi semesta!
namun bekalku rombeng, cacat penuh luka
aku menatap langit sekali lagi
setetes turun
menitik di pelipis turun ke mata

Akankah sampai padaMu?


TS
Bdg, 19122015

Komentar