Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2015

Kasih Ibu Tak Seperti Bunga Waru

Gambar
“Ya Allah, semoga Mba Lili berangkatnya masih lama ….” Lirih Nabila, si adik bungsu membuatku berdecak . Hari ini menjadi ujung dari rangkaian mudik singkat yang memanfaatkan tanggal merah saja. Akhir tahun tanpa cuti.

Mungkin telinga ini hanya mendengar suara si bungsu. Namun rasanya lebih dalam lagi ada lirihan lain. Mata menangkap sepasang mutiara yang terjaga mentapi buah hatinya satu per satu terlelap dalam tidur. Sepasang mutiara yang terus memancarkan cahaya meski guratan kehidupan menyayat sempurna.

Menjadi perantau tak mudah melangkahkan kaki setelah sekian lama pergi dan kemudian meninggalkan rumah kembali. Rumah kami bukan istana megah dengan berbagai kemewahan dan ketersediaan yang sekali teriak langsung ada. Namun, engkau ibu membuat kami selalu rindu rumah. Rindu pulang. Sebab kelezatan setiap masakan. Sebab kehangatan dalam setiap pelukan. Sebab belaian saat kesakitan. Sebab teralu banyak alasan yang tak bisa dikatakan.

Ibu, kami tahu di meja makan tak selalu terhidang nas…

Desember 2015

Desember datang
membawa secangkir teh nasgitel hangat
yang kauteguk sendiri
dahaga menyengat setelah sebelas bulan perjalanan naik, datar, turun, badai, hujan, kering di atas aspal, gambut, cadas dengan hati tegar, koyak, payah

Awan pekat berarak di atas kita
sebentar lagi rintik air turun dari langit
"Jangan berharap ada pelangi setelah hujan," bisikku
kautahu
hujan di bulan Desember awet
hingga wajah bumi berpaling dari sang bagaskara
dan harapan yang kaubangun saat hujan turun akan sirna
sebelum itu maka bisikku sekali lagi, "Jangan berharap ada pelangi setelah hujan." Perjalanan kita masih jauh
jelajahi semesta!
namun bekalku rombeng, cacat penuh luka
aku menatap langit sekali lagi
setetes turun
menitik di pelipis turun ke mata

Akankah sampai padaMu?


TS
Bdg, 19122015

Sambutan Istimewa di Curug Nangka (Bogor)

Gambar
Ceritanya dua bulan yang lalu bertamu ke Bogor. Eh ada saudari yang mau nampung. Hatur nuhun pisan Mba Agis. Udah dirusuhin rumahnya terus dianterin jalan-jalan pula. Padahal kita ketemu baru sekali, waktu open tripnya MyQpala yang ke Papandayan. Dan ngga nyangka beliau ini punya julukan Miss Curug. Curug mana sih di Bogor yang belum dicicipi sama Mba Agis? Semuanya udah kali ya? *colekyangngrasaditanya Salah satunya Curug Nangka.

Nah, pilihan kami jatuh ke Curug Nangka yang berada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Untuk menuju ke lokasi diperlukan waktu sekitar satu jam. Berbekal niat, tekad dan tak lupa nasi padang kami pun berangkat dengan menggunakan kendaraan pribadi roda dua.

Bagi para angkoters, mengutip dari situs Sites Google:
Untuk yang menggunakan angkutan umum dapat menggunakan trayek 03 jurusan Bogor-Ciapus dari terminal Ramayana Bogor. Berhenti di tujuan akhir yaitu pertigaan sebelum pintu gerbang. Di pertigaan ini ada papan penunjuk jalan, bila belok kiri kea…

Apa kabar semesta? (3)

aku, kamu dan Dia
Saling menatap lekat
kauterka apa yang akan kulakukan
aralmu mengukir senyum
sedang di pundakmu aku bersender
berdamai dengan gejolak batin
untuk condong pada satu pilihan
menuju padaNya

pada letik detik ini
masihkah demikian?
apa kabar semesta?



TS
Bdg, 12122015

Pesona Tangkuban Perahu

Gambar
Gunung Tangkuban Perahu terletak di Jawa Barat tepatnya di daerah Lembang, Bandung. Salah satu destinasi wisata terkenal dan masih banyak peminatnya baik dari dalam maupun luar negeri. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 2084 meter (nyontek wikipedia). Namun bagi teman-teman yang ingin berkunjung tidak perlu khawatir mencapai puncak dengan jalan kaki. Sebab Gunung Tangkuban Perahu ini merupakan kawasan wisata yang dikelola dengan sedemikian rupa, jalan untuk menuju kawah merupakan aspal yang masih cukup mulus. Sepertinya masih baru.

Gunung Tangkuban Perahu terkenal dengan legenda Sangkuriang. Melekat tuh legenda di kepala. Pasalnya bukan hanya pelajaran Bahasa Indonesia, pelajaran Bahasa Inggris juga pernah membahas legenda ini. Lebih lagi dari SD sampai SMP ketemu dengan soal-soal yang bahas legenda Sangkuriang. Tentang seornag pemuda yang ingin menikahi ibunya sendiri.

Btw, aku berkesempatan menjejakkan kaki di Gunung Tangkuban Perahu 9 Desember 2015. Pas pemilu kan libur tuh kegia…