[Event - Blogger Cirebon] Smart Live ala Raden Tarulintang



Raden Tarulintang tergopoh membawa batu mustika ular. Suasana istana dirundung kepasrahan. Wajah-wajah penduduk pucat kuyu. Begitu pun sang raja yang tampak tak bergairah justru mimik keraguan menggandrungi garis-garis di pipinya. Padahal hari itu adalah hari pernikahan sang putri.

***
Dewi Arum Sari. Kecantikannya mampu membius semua pangeran dari kerajaan Cirebon. Hingga berujung pada penculikan dirinya. Wira Gora, raksasa sakti mandraguna membopong dan menyembunyikan sang putri. Tak ada satu pun yang mampu mencegah. Hingga sang raja mengadakan sayembara,

“Barang siapa yang bisa mengembalikan Dewi Arum Sari, jika wanita akan dijadikan anak, jika pria akan dinikahkan dengan Dewi Arum Sari”

Orang-orang dari segala penjuru berbondong-bondong untuk mengikuti sayembara tersebut termasuk si pandai bela diri, Raden Wira Santika.


 
Di tengah hutan, salah seorang murid Ki Tapak Jagad yang bernama Raden Tarulintang mendapati gadis cantik di tangan raksasa. Gadis itu amat lekat di kepalanya. Ditambah kecantikannya yang tak terlupakan. Berharap bisa menolong ternyata Raden Tarulintang justru terseok runtuh dikalahkan Wira Gora.

 

Singkat cerita, ternyata Wira Gora bersekongkol dengan Raden Wira Santika atas penculikan Dewi Arum Sari. Dewi Arum Sari yang mengetahui kelicikan calon suaminya menolak untuk menikah, tak berlaku baginya kemenangan sayembara itu. Namun belum sampai sang putri ini dikembalikan ke istana, mantra guna-guna dari Wira Gora muncrat menjalari jiwanya. Seketika itu Dewi Arum Sari jatuh cinta pada Raden Wira Santika. Barulah keduanya pergi ke istana untuk membuktikan pada raja sekaligus menagih janjinya untuk sebuah ikatan pernikahan.

 

 
Di tempat lain, Raden Tarulintang telah sembuh dari sakit bekas perkelahiannya dengan si raksasa. Ia juga sudah berlatih habis-habisan untuk mengalahkan Wira Gora. Mulai dari jungkir, balik, pukul, tendang, dan segala jurus. Ia juga memulai dengan latihan Co-op bot match.


 
Akhirnya Raden Tarulintang bertemu dengan Wira Gora. Dengan keahliannya, Wira Gora pun lengser terpuruk. Namun sayang, Dewi Arum Sari telah menghilang. Kalau pun bertemu, percuma saja. Cinta Raden Tarulintang akan bertepuk sebelah tangan.


 
"Kenapa?" tanya Raden Tarulintang

 

"Sebab Dewi Arum Sari di bawah pengaruh guna-guna sakti yang hanya bisa disembuhkan dengan batu mustika ular," jawab Wira Gora lemas.


***
"Hentikan!" ucap Raden Tarulintang lantang. Ia menjunjung batu mustika ular. Seketika itu dari batu muncul sinyal yang merambat dengan kecepatan 100Mb/s ke tubuh Dewi Arum Sari. Jilbab yang sebelumnya hitam kelam berubah menjadi putih berseri. Wajah linglung sang putri kembali normal. Sang raja pun berseru bahagia. Sementara Raden Wira Santika naik pitam.

"Berani-beraninya, kau!" tuding Raden Wira Santika ke wajah Raden Tarulintang, "janji adalah janji, kau akan membayar jika tak menepati. Bukan dengan harta kau tahu itu!" deliknya berbalik ke arah raja.

"Maju kalau berani!" tantang Raden Wira Santika. Ia keluarkan smartphone layar sentuh kece miliknya. Dengan sigap Raden Tarulintang pun mengeluarkan handphone Smartfren 4G LTE lalu ia langsung aktifkan, kemudian cek pulsa. Rp76.000,-.

"Masih ada sisa," desis Raden Tarulintang. Segera ia aktifkan paket true unlimited. Hanya dengan membayar Rp 75.000,- koneksi 4G LTE Advanced Smartfren tanpa batas kuota dan tanpa batas kecepatan.

Sedangkan di pihak lawan, Raden Wira Santika dengan senjata simcard berbeda operator tersenyum pedas. Pasalnya ia selalu menyimpan banyak pulsa. Bahkan adiknya adalah penjual pulsa all operator sangat tanggap melayani apabila kakaknya meminta pulsa meski bayar hutang.

Setelah membuat sebuah lobby, permainan di kancah Dota pun dimulai. Eh ternyata berganti haluan. Raja menyarankan untuk main duel otak. Langsung kedua Raden itu download di app store kemudian install dan run.

Ronde pertama dimulai dengan Buku & Kata dan berakhir hingga Ronde ke-enam Seni & Budaya. Skor sementara 15 untuk Raden Tarulintang, 16 untuk Raden Wira Santika.

Raja belum memberi keputusan. Ucapnya permainan akan berakhir tepat sebelum matahari penuh terbenam, namun dijeda beberapa menit untuk ishoma.

Tantangan selanjutnya membuat dubmash termanfaat lalu mengunggahnya ke instagram, like terbanyak akan menambah poin. Sambil juri menghitung, duel berlanjut ke pembuatan aplikasi terbaik.

Jauh di luar dugaan. Hal ini tidak Tarulintang dapatkan dari Ki Tapak Jagad. Sehingga beralihlah ia menuju Mbah Google. Kedua Raden kemudian mengeluarkan laptopnya dan mulai tethering dari ponsel masing-masing. Searching tentang ini dan itu.

Beruntung kecepatan dan kuota Raden Tarulintang sangat mumpuni. Dengan semangat ia buat aplikasi bernama Jamblang. Selain berguna bagi sang kekasih khususnya, ia berharap ini akan berguna bagi warga Cirebon menuju smart city.

Ternyata Raden Wira Santika tidak mau kalah menghadirkan aplikasi E-Terasi. Atas ide dari teman chatting di facebooknya, Raden Wira Santika disarankan membuat aplikasi yang mampu membantu perekonomian warga Cirebon. E-Terasi ini menjadi ladang promosi bagi pembuat terasi yang ada di Cirebon sekaligus menjembatani pertemuan dengan konsumen.

Matahari semakin turun waktunya presentasi aplikasi. Namun Raden Wira Santika tampak gusar. Beberapa kali ia membanting ponselnya.

"Mot!!! Lemot!!!" gerutu Raden Wira Santika, "Gus, kirim pulsa lagi. Aku mau cari tahu soal koding nih!"

"Silakan presentasikan aplikasi Anda. Waktunya habis!" penasihat raja memberi pengumuman.

"Jamblang, jampi cegah bocah/barang ilang. Adalah aplikasi cepat tanggap yang bisa digunakan saat ada pencurian atau penculikan. Pengguna tinggal menekan tombol merah ini, lalu polisi akan datang secepat mungkin ...."

Usai presentasi jamblang, selanjutnya giliran aplikasi E-Terasi. Raden Wira Santika mempresentasikannya dengan sangat yakin. Konsep yang begitu membangun kepercayaan penduduk hingga mereka angguk-angguk. Namun saat demo aplikasi, Raden Wira Santika tidak bisa menunjukkannya. Ia baru memulai di tag awal dan akhir. Konsepnya baru tertuang di lembar kertas. Beberapa orang pun bersorak.

Hasil akhir diumumkan. Meski dalam duel otak Raden Tarulintang kalah, namun ternyata hasil dubmash dan aplikasinya telak mengalahkan Raden Wira Santika. Namun bukan berarti Raden Tarulintang mendapatkan sang putri. Raja ingin meluruskan, ini semata-mata untuk mencari ilmu, untuk bermuhasabah diri. Apalagi di awal Raden Wira Santika yang menantang namun hal ini tak raja sebutkan. Raja juga merasa bersalah telah buru-buru melakukan sayembara dengan anaknya sendiri menjadi hadiah. Raja meminta maaf kepada semua pihak, serta kepada putrinya Dewi Arum Sari. Namun karena ia mengerti apa yang ada di benak sang putri dan begitupun dari perjuangan Raden Tarulintang, proses pernikahan hari itu tetap berlanjut, dengan keduanya sebagai mempelai.

Raden Wira Santika tertunduk penuh urai air mata. Ia kemudian beranjak dan memeluk Raden Tarulintang seperti seorang kakak pada adiknya.

Dewi Arum Sari sangat lega. Ia menghela nafas panjang. Lelaki yang pernah menolongnya dulu saat perampokan, kemudian saat ia diculik Wira Gora. Lelaki yang bayangnya sering ia tampik sebab menyita hari-hari. Kini lelaki itu mengucapkan ijab kabul dengan mas kawin sebuah handphone smartfren 4G LTE yang ia gunakan untuk duel dan batu mustika ular yang begitu mentereng. Setelah sebelumnya raja memastikan tidak ada kesyirikan di dalam batu itu.

Setelah sah, raja bertanya kepada para Blogger Cirebon untuk memberikan rekomendasi hadiah menarik bagi kedua mempelai. Dipesankanlah superior room yang mampu memberikan pemandangan indah di Hotel Aston Cirebon.

www.aston-international.com

Selain itu, di sana sang putri juga bisa merasakan sensasi spa yang tidak kalah dengan spa ala internasional. Apalagi kulit sang putri yang beberapa hari tidak terawat karena penculikan oleh si raksasa. Tentunya putri akan senang dengan hal ini.



***
Dari balkon hotel, tampak pemandangan yang sangat asri. Dengan serius Raden Tarulintang memikirkan keadaan kota Cirebon. Ia merasa tanggung jawabnya semakin besar apalagi setelah dinobatkan menjadi Dipati Arya Kusumah. Ia memikirkan bagaimana caranya membawa Cirebon menjadi lebih baik, mampu menjadi smart city dengan dimensi smart economy, smart mobility,  smart environment, smart people, smart living, smart governance.

Pun ia memikirkan pernikahannya. Perempuan cantik yang duduk di sebelahnya. Ia tahu kerikil dalam kehidupan selalu ada. Kisah pangeran dan putri menikah yang pernah disampaikan gurunda Salim tak sama dengan dongeng-dongeng masa kecilnya.

“Pangeran dan putri menikah, tiap kali mereka mendapat karunia lalu bersyukur, sesekali mereka menerima cobaan kemudian bersabar. Keduanya istiqamah dalam ketaatan, dan wafat dalam khusnul khatimah. Maka mereka hidup bahagia selama-lamanya di dalam surga yang mulia.”

Kata-kata itu menggema merasuk dalam jiwa. Ia pegang benar-benar nasihat gurunda. Sembari tersenyum menerokah jalan yang melintang.

***

*tulisan ini diikutkan dalam lomba yang diadakan Blogger Cirebon dan kisah hanya fiksi semata, terinspirasi dari Kisah Raden Tarulintang dan Dewi Arum Sari

ilustrasi bersumber dari :
kabarrakyat.co
aston-international.com
www.bisnishotel.com

Komentar

  1. "ciyaaatttt dan saya muncul dari tahun 2090 yang merupakan saingan dalam kontes ini" ha ha ha ha !

    BalasHapus
  2. Kau telah menipuku, Nyisanak.

    Ciaaaaat...
    Pinjem henpon bu erte buat bales serangan

    BalasHapus
  3. Wahaha.. Kencengin kerudung. Serang!!!

    BalasHapus
  4. wah 2090? warbiaza.. link mana om?

    BalasHapus
  5. Ternyata oh ternyata jaman dulu kala sudah ada internet lemot :D

    BalasHapus
  6. hehehe kan ini ceritanya versi modern, Bund..
    Ayo ikutan juga

    BalasHapus
  7. Ciahaha, ngikik deh baca ini neh. Sukses ya mba

    BalasHapus
  8. aamiin.. matur nuwun, Mba

    BalasHapus
  9. huahahahaa... aammppuun, bisaan aja ceritanya!

    eeem, menarik tuh di aston cirebon. enak. makanannya jg enak2. asyik! :)

    BalasHapus
  10. Wah.. Pak Ketu mampir di sini. Hatur nuhun.
    Semoga anak buahnya gantian bisa ke sana :D

    BalasHapus
  11. wuiiih...kerajaannya versi modern ya mbak, sudah ada teknologinya :D

    BalasHapus
  12. Untuk menuju smart city pak rajanya merintis dengan membangun smart kingdom, mbak hehehe #ngayal

    BalasHapus
  13. sukses ya lombanya, aku gak jadi ikutan padahal udah ngumpulin bahan, ga kuat abis naik dari gunung

    BalasHapus
  14. […] 47. Tally Syifa ‏ @TallySyifa [Event – Blogger Cirebon] Smart Live ala Raden Tarulintang http://sajak-ts.com/index.php/2015/11/04/event-blogger-cirebon-smart-live-ala-raden-tarulintang […]

    BalasHapus
  15. Tapi pengalaman argupuronya itu lho.. Kece Mbak. Salam sukses selalu dalam kebaikan :)

    BalasHapus

Posting Komentar