Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2015

Danau Cebong hingga Golden Sunrise Sikunir 10 -11 Oktober 2015

Gambar
Akhirnya pick up pengantar kami sampai di tepi Danau Cebong. Keeksotisan wonosobo luar biasa. Meski kami datang di saat musim kemarau, kerlap kerlip di atas permukaan danau tak menyurutkan kekaguman.



Untuk masuk ke lokasi ini cukup membayar Rp5.000,- per orang (cmiiw) tanpa ada tambahan lagi kecuali toilet ya. Tapi serius, kalau mau dirikan tenda tidak ada pungutan lagi. Jadi mau bikin satu, dua, tida hingga sepuluh tidak ada batasan. Di tepi sebelah mana pun boleh-boleh saja. Beruntunglah kami datang lebih awal sehingga tanah masih lapang. Bisa pilih tempat di tepi danau yang menghadap pas ke pegunungan.



Di sinilah ide-ide briliant bermunculan. Keteduhannya membuat setiap obrolan menjadi renyah. Apalagi dengan adanya cetusan Aplikasi GOLET. Opo iku? Hmmm. Bakal ada yang ambil alih ngga nih idenya ya... Ide yang keluar entah dari siapa duluan mungkin para bapakers lebih mengerti.

Jadi, GOLET ini terinspirasi dari App GOJEK. Pasti udah pada tahu kan ya. Kalau GOJEK kan an ojek for every n…

Antara

Barangkali ia bukan minta jeda
usai suatu karya
lanjut lembar lainnya
Barangkali ia bukan minta jeda
tapi tubuh punya hak
meski tahu istirahatnya di surga
Barangkali ia bukan minta jeda
sebab tahu di mana setan berada
antara geraham
antara mata
antara kunci paha
antara waktu siasia

TS
Bdg, 27102015

Jalan Aqabah

Perjalanan kita bukan hanya tentang waktu
tentang liku
tentang batu
Lebih jauh dari itu
dalam
curam
Menyedot segala bekal
menyerap seluruh daya
menggoyah asa
Ini tentang jalan Aqabah
bercahayakan basirah
adakalanya berlumur darah
Inilah dia jalan Aqabah

TS
Bdg, 25102015

Kita

mengalirlah
mengaksara
biar kumenari di atas beningmu
berbagi cerita
menyulam makna
tertawa lepas
menyeka duka

mengalirlah
meliku tanpa leka
susup pori jiwa
belai kerasnya karang
lembut penuh cinta


TS
Bdg, 21102015

Mestakung

mencoba menggapai
meski tahu genggam tak akan sampai
sayang kau di sana
sayang kau memejam mata
sayang kau menutup telinga
biarlah mentari menyala
biarlah siluet berbicara
biarlah gunung menyangga
biarlah pohon-pohon menjulang ke angkasa
mestakung
mimpi
terima kasih, semesta

TS
Bdg, 19102015

Ukhuwah

rengkuh ukhuwah
arak beribu gelombang jiwa
ubah elegi
sebab guyur hujan dari langit salvasi
senyum pelangi balut diri
balur ngilu pada engsel kaki
layah katarsis di sayat-sayat hati


TS
Bdg, 17102015

Pendakian Prau (Via Kalilembu) 9-10 Oktober 2015

Gambar
Tiket Bandung - Jogja sudah di tangan. Tiga bulan sebelum keberangkatan. Merbabu!
Berawal dari ajakan Mbakayune Siskacika sambil lihat tanggal dan isi dompet tentunya, akhirnya dipustuskan bismillah ikut go to merbabu. Namun beberapa waktu kemudian tepatnya di Bulan Agustus kabar buruk tentang Merbabu melawat. Telah terjadi kebakaran yang melalap sedikitnya 25 hektar lahan seperti yang dilansir situs bbc.com. Harapan pun 50:50.

Singkat cerita, trip berubah haluan menuju ke Gunung Prau di Wonosobo dengan total peserta sebanyak 12 orang terdiri dari:
1. Pak Hasan
2. Om Arul
3. Pak Habibi
4. Pak Irwan
5. Pak Topank
6. Mas Ardi
7. Mas Esis
8. Mba Sofi
9. Mbakayune Siskacika
10. Mba Arum
11. Mba Ufie (dari Jogja)
12. TS (dari Bandung)

Tim berangkat dari tempat masing-masing. Sebanyak 10 orang tergabung menjadi satu tim dari Jakarta, Mba Ufie menyusul langsung ke TKP karena beliau dari Jogja sedangkan TS bertemu dengan rombongan Jakarta di Stasiun Kutoarjo.
Awalnya TS merencanakan pulang dengan bis tapi in…

Apa kabar semesta? (2)

sembilan delapan tujuh
enam lima empat
tiga dua satu
satu dua tiga derap langkah
empat lima enam lelah
tujuh delapan sembilan liLlah
ayun galah
heningkan diri dari ramai pedebah
dedah latar indah
apa kabar semesta?

TS
Prau, 11102015

Apa kabar semesta?

menyapa semestaMu
meski aku tahu sedalam-dalamnya
raut tak sama dengan Asma
saat tatap menangkap tubuh ayah dan kekasih ayahnya
setelah
maki
tampar meluka pipi
mengunyah hati
decak mengejar cinta
layahkan segala punya
Dzatun Nithaqain
rasul memberi nama
.
aku hanya bisa menyapa semestaMu
dengan segemuruh apapun
hanya rintih sayup di dada Asma

TS
Bdg, 07102015

Tentang Senja

senja membaca tatapan jiwa ranum pada
tangkai lalai
angin meniup seongok ruh itu
jatuh menggelinding
di antara jalan dan selokan
entah
tenggelam dalam pukat
entah
melintas roda roda kuasa, menggilas
senja menulis obituari ia menjadi saksi
mungkin akan diterbitkan esok hari
di Surat Kabar Suara Hati
sepi pembeli
senyap pembaca

TS
Bdg, 05102015