Sesak

 sesak


sepotong cerita kemarin, tii
saat kusibak tenda biru
ia menyapaku
ada kecup berdenyar di pipi
melekat bibirku, bibirnya
hidungku, hidungnya
sergap mendekap tubuh
begitu erat begitu lekat
merasuk
melebur
mengalir dengan darah
mengurai laktat
menggugah limpa
bulu hidungku bergetar
aih


apa kabarmu di sana, tii?
banyak bibir bergeming tentangmu
bukankah kita sama-sama bertemu dengannya
namun gegar di tempatmu lebih cetar


***


aku cemburu padamu
dia berbeda!
di sini
sesak, lii
beribu kemulan asap menohok dada
sesak,
terengah-engah merebut kehidupan
sesak,
mendengar saudaraku yang memantiknya
cukup. aku sesak.


TS
Bdg, 14092015



SaveHutanIndonesia

Komentar

  1. Post #savehutanindonesia mulai Hari ini ya? Saya blm ngerti, boleh dijelaskan? Puisi menggugahh ...

    BalasHapus
  2. Iya Bunda.. Mulai hari ini sampai 14 Oktober 2015. Tulisan bebas, pakai hastag #SaveHutanIndonesia #BloggerMuslimah dan #SpecialBlogWalking serta jangan lupa pakai banner di akhir seperti punya Tally :D terus share linknya ke grup dengan mention Mba Liswanti Pertiwi dan Tetty Hermawati Sidik. Selamat menulis Bunda :*

    BalasHapus
  3. Semoga Asap segera ditangani ya mbak

    BalasHapus
  4. tii ... lii ... bacanya aku juga ikutan sesak ...

    Salam kenal dari Yogyakarta ...

    BalasHapus
  5. Salam kenal dari Brebes yang lagi merantau di Bandung..

    BalasHapus
  6. Terima kasih, mbak.. Mohon koreksi sekiranya ada yang kurang pantas

    BalasHapus
  7. emm..sesak. benar adanya
    salam kenal ^^

    BalasHapus
  8. Asap memang bikin sesak

    Terima kasih sudah ikut BW #Savehutan

    BalasHapus
  9. Assalaamualaikum. Wah blog yg adem, toska hehe... Mbak Tally, kalau boleh tau "tii" itu apa atau siapa? Maklum, kalau puisi kdang perlu penjelasan utk memahaminya hehe...

    BalasHapus
  10. Semoga Bandung aman, damai sentausa. Yang punya blog juga tetap semangat.

    BalasHapus
  11. Aamiin, Mba.. Semoga di Yk juga demikian ya

    BalasHapus
  12. Wa'alaikumsalam. Terima kasih sudah berkunjung Mba Novia.. tii sama halnya dengan lii, nama panggilan untuk tokoh yang ada di puisi tersebut hehehe

    BalasHapus
  13. Salam pena salam lestari.. #savehutan

    BalasHapus
  14. terima kasih sudah berkunjung suhu...

    BalasHapus
  15. salam kenal juga, mba drian..

    BalasHapus
  16. jujur mbak saya kurang memahami makna dibalik puisi..tapi saya berusaha memahami ni..menurut saya puisinya gambaran seseorang yang sedang terkena dampak asap kebakaran hutan ya mbak, yang sesak...hemm saya nggak bisa buat puisi, jadi yg bisa itu menurut saya keren..smoga suara kita didengar ya mbak

    BalasHapus
  17. udah lama ga mampir ke grup blogger muslimah, ternyata sedang ada event blogwalking hutan Indonesia ya. mudah-mudahan saya bisa ikut juga. salam kenal mbak. makasih udah singgah di blog saya ^^

    BalasHapus
  18. super! sebuah sajak yang bagus mba, merinding aku. pakai iri. hehehe.. ya, aku merasakan mereka yang di kota kota tersebut mungkin 'iri' dengan yang ada disini, tapi disini kami juga menghirup asap yang terlihat dan tak terlihat. Polusi!

    BalasHapus
  19. Puisinya bagus Mbak. Blognya juga :)
    Mudah2an bencana yang bikin sesak napas ini cepat berakhir

    BalasHapus
  20. Asap (lagi) semoga cepat selesai dan kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan dan tindak tegas dari pemerintah daerahnya.

    BalasHapus

Posting Komentar