Senin

Selamat pagi, senin
kamu menjawabku dengan senyum madu
semoga bukan senyum palsu
ditata olehmu kemeja biru
sudah dikasih pelicin pewangi pelembut jadi satu
klimis tanpa lisu
percaya diri membalut tubuhku
meski fajar masih dini
aku pun tak buru-buru
singset kuikat tali sepatu
sambil tertawa jahat membayangkan wajahnya tunduk malu
tapi nyatanya si dia berdandan selalu ayu
meski bibirnya tanpa gincu
guratgurat pipinya makin lisut
molek parasnya tetap bikin cemburu
teduh hatinya rimbun bedaru



TS
Bdg, 24082015

Komentar