Denyar Pagi

Teduh selalu hadir di wajahmu
betapa bersyukurnya aku
tak perlu mencuri-curi pandang
menikmati hangat sorot matamu
lembut bibirmu
syahdu suaramu
sejenak, tak tertawar
lalu ambyar
byar...
byar...
kebyar
melesat cepat
Seperti itukah hidup?


TS
Bdg, 03082015

Komentar