Curhat Abang

neng, abang lelah...
namun seketika itu ada yang mengalir di gigir
seakan sedang berada di roller coaster
rodanya menggelinding turun

neng, abang sedang ditunggu
oleh para pejuang waktu
yang tak ingin sepercik pun berlalu
tanpa segerak amal atau seayat ilmu

neng, abang rindu sang guru
beliau begitu menikmati sengatan cinta
hingga teresedot saripatinya
sampai tulang belulang
sampai daging terakhir yang menempel di tubuh renta
tubuh yang luluh lantak diseret-seret
tubuh yang hancur lebur dipaksa berlari
tentang umat
yang beliau cintai, neng...
dakwah telah menjadi bagian diri
seperti air bagi ikan

beliau menjadi matahari yang tak habis meleleh
hingga Yang Terkasih menghentikannya
namun hangatnya masih terasa
menyelimuti umat
.
.
“Teruslah bergerak, hingga kelelahan itu lelah mengikutimu.
Teruslah berlari, hingga kebosanan itu bosan mengejarmu.
Teruslah berjalan, hingga keletihan itu letih bersamamu.
Teruslah bertahan, hingga kefuturan itu futur menyertaimu.
Tetaplah berjaga, hingga kelesuan itu lesu menemanimu.”
(Ust Rahmat Abdullah)

TS
Bdg, 11082015

Komentar