Kenangan



kng


Kenangan manis mendesir masir
tawamu
senyummu
tatapanmu
memagut
merenggut
melarut : tiap detik yang sangat hati-hati kuhitung

Lalu titik-titik datang menjelaga
setetes air tak menghapusnya
kuulur tangan menyauk bening
lagi
lagi
lagi
aku payah
hingga menceburkan diri ke telaga
bayangmu ada di sana
bibirmu bergerak menyimpul
terenyak aku tersadar
itu hanya ilusi

Perjalanan harus terus berlanjut
namun ke manakah cerita ini menghilir?
: kuharap muaraMu Ya Rabb

TS
Bdg, 03072015

Komentar