Cenderajiwa


Di ruang gelap nan pengap
beraroma congkak dan durhaka
aku terjerembap
selaksa debu menyaput erat
ulur tangan lembut mengusap
searah
hati-hati
memastikan tak ada sayat
lalu kecupnya mendarat
gamit lenganku
memapah langkah kaki yang patahpatah
aku mencium tubuhnya
wangi.
Duhai cenderajiwa, yang aku cemburu padamu karenaNya.

TS
Bdg, 28072015

Komentar