Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2015

Ajari Aku: MengingatNya

Izinkan aku menatapmu
menelisik
mengagumi
mengagungkanNya
dari langit yang ditinggikan
gunung-gunung yang ditegakkan
bumi yang dihamparkan

Ajari aku membuka hati yang lalai
mata yang buta
telinga yang tuli
mulut yang bisu

Ajari aku mengingatNya
kekasihmu, kekasihku
benarkah(?)
:: aku ragu
:: aku takut

Ajari aku mengingatNya
dalam setiap detak waktu
dalam setiap detak nadi
saat aku terdiam, saat aku berjalan, saat aku berlari
Ia terpatri dalam diri

TS
Bdg,29072015

[CatPer Bandung – Brebes] Plat G Pulang Kampung

Gambar
Bismillah…
Ramadhan 1436 H. Usai mengajukan cuti ke atasan keputusan itu semakin bulat. Hampir setiap malam mamah telpon menanyakan tiket travel sudah dibeli atau belum. Maklumlah kendaraan umum dari Bandung ke Brebes hanya ada 2 pilihan. Travel atau bis. Kereta api ngga berhenti di stasiun Brebes melainkan langsung ke Tegal jadi kalau naik kereta malah muter-muter, jatuhnya ongkos lagi. Dan TS pribadi agak gimana pulang naik bis. Pernah suatu ketika dari Brebes ke Bandung pasca lebaran naik bis. Ini karena ngga pesan travel jauh-jauh hari. Bandung-Brebes hanya ada satu jasa travel yaitu Andys Travel kalau ngga dapet tiket ya mau ngga mau naik bis. Dan akhirnya malam itu diputus kan naik bis. Ternyata ngga dapet tempat duduk jadi nggelosor aja di lantai bis padahal udah bela-belain ke Terminal Tegal langsung. Bisa nggelosor aja udah untung. Penumpang yang di belakang banyak yang berdiri. Katanya sih bis terakhir malam itu. TS naik bis dari terminal sekitaer jam 20.30 WIB. Sampai di Los…

Cenderajiwa

Di ruang gelap nan pengap
beraroma congkak dan durhaka
aku terjerembap
selaksa debu menyaput erat
ulur tangan lembut mengusap
searah
hati-hati
memastikan tak ada sayat
lalu kecupnya mendarat
gamit lenganku
memapah langkah kaki yang patahpatah
aku mencium tubuhnya
wangi.
Duhai cenderajiwa, yang aku cemburu padamu karenaNya.

TS
Bdg, 28072015

Tentang Si Aku

Aku adalah benteng
kokoh mentereng
dari susunan kerasnya asa
dan seluluk tekad

Aku adalah karya
yang ditempa
dengan kapak logam bermata
terkenang perjuangan mutiara
juga pedang panjang dengan panasnya api dan pukulan luar biasa

Aku adalah mereka
dari pikiran yang berbeda
jemari yang tak sama
hati yang terpisah
satu cita
menuju pada-Nya

TS
Bdg, 27072015

Seisi Bumi

Setitik semut. Sejulang gunung. Seisi bumi.
Seluas lautan. Sehampar daratan. Seisi bumi.
Selegam arang. Sekilau zamrud. Seisi bumi.
Sepekat darah. Semurni susu. Seisi bumi.
Sepahit bratawali. Semanis senyummu. Seisi bumi.

Apa yang menyelubungi hati
Apa yang meletik dari jemari
Apa gerangan gerak diri ini?

Seisi bumi. Berlapis lapis rezeki. Bekal. Lahan. Sari pati.

TS
Bdg,26072015




Sesungguhnya Kami menjadikan apa-apa yang ada di atas bumi sebagai perhiasan baginya. Untuk Kami uji siapakah di antara mereka yang terbaik amalnya. (QS. Al Kahfi [18]:7)

Cenderahati

Aroma fajar menyedak sedap
asa menggeliat berpeluh
benih surga berlomba tumbuh
mengulur tangkai harap
membuat cabangnya semakin banyak

butir embun menitik dari setangkai harap
cenderahati menyergap
menadahnya sebelum jatuh mengendap


TS
Brebes, 24072015

Agar

hijau terhampar
melumat tiap gegar
kayuh tegar
roda berputar
kemudi tak terbiar
agar cinta tak tersasar

TS
Brebes, 23072015

Keyakinan Burung

Kepak sayap
saat fajar melayah di gigir hari
sembari menahan perut yang belum terisi
meski ia tak tahu pasti
apa?
di mana?
untuk anakku?
untukku?
cukupkah aku ikut menahannya di paruhku?
namun keyakinan telah mengakar dalam diri
menyatu dalam nadi
menggerak hati
jelajahi semesta
membelah cakrawala


TS
Brebes, 22072015


"A group of people (both men and woman) whose hearts will be like the hearts of bird, will enter jannah." (HR Muslim)

Nak

Nak, tatap mataku, tak usah kauelus kakiku
mari bercengkama sejenak

Perjalanan masih jauh
jangan kaumengaduh
meski aku membiarkan lidahmu mengeluh
telingaku akan kusumpal dengan luluh

Nak,
belum saatnya kita berkemah
tataplah jalan ini dengan basirah
jika kau haus
teruslah haus akan ilmu mengenal Allah
namun kaki kita teruslah melangkah
meski aku payah
senyumu semerbak wahah nan indah


TS
Brebes, 21072015

Malam

I
kami bertukar cerita
sedih
tawa
canda
hahaha

ternyata aku belum mengenalnya

malam.

II
bukan soal pendar cahaya
ataupun gulita
ini tentangku dan malam
yang sepertiga

ternyata aku belum mengenalnya

TS
Brebes, 19072015

Ramadhan 1436H

Ramadhan telah usai
namun langkah ini tak boleh bercerai
meski jalan gersang meringkai
atau diterpa hujan badai

Istiqomahlah di jalan ini
duhai kaki
tangan
mata
tulang
menguatlah
mendakilah
hadirkan indahnya harmoni

TS
Brebes, 17072015

OWOP Sharing with Penulis ~ Mas Purwanto [24 April 2015]

Gambar
Ini pekan ke-2 di OWOP. Seperti biasa setiap malam Sabtu waktunya sharing bareng penulis di grup One Week One Paper alias OWOP. Oh iya, tidak semua anggota OWOP ikut sharing ini. Jadi teknisnya, beberapa jam sebelum kegiatan akan diadakan absensi siapa saja yang akan ikut sharing. Kan OWOP tidak hanya ada 1 grup saja di whatsapp. Ada OWOP 1, 2, 3 dan ... itu yang Tally tahu :emot ketawa: Setelah mengisi absensi, nanti admin akan mengangkut kita ke grup baru khususon sharing dengan penulis X. Jadi kita bisa saling sapa dengan anggota dari grup OWOP lain.

Sebenarnya kelihatan banget dari judul, ini hasil sharing 24 April 2015 tapi baru disempatkan untuk posting. Hehe.
Oke tanpa babibu lagi, cekidot

*** *** *** *** *** ***Tema : Writing Habit
Narasumber : Mas Purwanto (Zhanta al Bayan)

1.Imron_tanya
Mas zhanta, setiap dari kita kan pnya motivasi terbaik utk menulis. Klo motivasi terbaik mas zhanta dlm mnulis apa?
Jwb:
Meninggalkan jejak di kehidupan, dan membuat pasif pahala ketika menghadap-NYA…

Tabaarakallaah

Gambar
Betapa congkaknya diri ini
busung dada ayunkan kaki
merasa berlabel suci

Betapa kerdil diri ini
yang mudah payah di terik hari
mengeluh tiada henti

Tabaarakallaah
kasihNya tak henti meruah
lipurNya tatkala susah
tentramNya tatkala gelisah
meski diri berlumur salah
celupNya berlapislapis berkah

Tabaarakallaah
Tabaarakallaah
Tabaraakallaahu ahsanul khaaliqiin


TS
Bdg, 04072015

Rasa

aku yang fakir arti
:
secangkir kopi kuracik sendiri
secangkir kopi kuteguk sendiri
selesai
.

Lalu mereka bertandang
ajaknya bersialang

Saat matahari menembus pori
mereka bercengkrama dengan bumi
pun langit tak terkecuali
merapal teka-teki
mengusap air mata di sembab hari
mengulur tangan
menyediakan pundak
meski dihantam badai bertubi
meski gulita menyelimuti

secangkir kopi kunikmati
ada rasa yang terpatri
lekat dalam hati
: bukan noda


TS
Bdg, 04072015

Kenangan

Gambar
Kenangan manis mendesir masir
tawamu
senyummu
tatapanmu
memagut
merenggut
melarut : tiap detik yang sangat hati-hati kuhitung

Lalu titik-titik datang menjelaga
setetes air tak menghapusnya
kuulur tangan menyauk bening
lagi
lagi
lagi
aku payah
hingga menceburkan diri ke telaga
bayangmu ada di sana
bibirmu bergerak menyimpul
terenyak aku tersadar
itu hanya ilusi

Perjalanan harus terus berlanjut
namun ke manakah cerita ini menghilir?
: kuharap muaraMu Ya Rabb

TS
Bdg, 03072015