Eja



dps


Di persimpangan menikung langkah kaki
telah lama aku duduk sendiri
mengeja hidup dan mati

Pada sepoi angin
dedaun asyik bermain-main
liuknya mengoyak diri
namun gelak tawa tak henti-henti

Aku memagut seorang diri
gemuruh menggelegak dalam hati
banyak carut juntai berelasi
menyita hari demi hari

cukup!
bukan lagi kerutup
ia menjelma menjadi gerutup

Mendongak hati ke atas
runduk mata pada fatalitas
yang semakin dekat
jurang nista julanglah sekat


TS
Bdg, 20052015

Komentar