(h)u(j)an

mengatup sepasang kelopak yang merindu mimpi
hirup sejuk tanah basah beraroma kesturi
menyedak hingga merasuk ke hati
wangi
melipur sepi
Lihat!
cacingcacing menggeliat keluar dari persembunyian
seolah telah memasung diri dari ketakutan
akan rutukan yang menggempar bersama jerit halilintar
rutukan pongah cacah menyebut hujan.
Kau!
yang tetap mengalun meski dianggap elegi
yang tetap merinai meski dicerca usai
yang tetap tersenyum dengan warnawarni pelangi
Kau!
yang selalu menyembunyikan bulir dengan bulir
kauku
kasihNya


TS
Bdg, 18112014

Komentar