Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2014

Tanpa Hasrat; tentangnya

Gambar
erat jemariku memeras pena
darah siapakah yang akan menjelma dari tinta
gelak gagak melagu
anak gadis menangis pilu
racauan enigma tentang kematianmu

asphodel yang menggantikan daisy, kau ingat?
lamunanku menikmati alur yang mengalir indah
liku lukamu menggeliat lugu
aku pun terhenyak dengan ceritamu yang bermadah
namun kembali terdegup menganga dengan anyir yang kau ceritakan

pada hasrat yang menggilakan hati
obat fiksimu seolah menjadi candu dalam fiksi
elakku takut, namun ingin sekadar bisa sepertimu untuk bermadah dengan cara yang berbeda-untukNya


TS
Bdg,10042014



*ilustrasi; dari google

Wahai Hati, Bersabarlah

"Masukklah kamu ke dalamnya (rasakanlah panas apinya); maka baik kamu bersabar atau tidak, sama saja bagimu; kamu diberi balasan terhadap apa yang telah kamu kerjakan."
QS. Ath Thur (51) ayat 16

Ada rasa kecewa saat apa yang sudah dikerjakan ternyata harus dirubah lagi. Mengulanginya dari awal. Menghapus noda-noda yang mewarnai si putih. Membuatnya bersih lalu menorehkan tinta kembali. Bukan sekadar memberi warna. Pun harus menatap satu demi satu nilai rupiah berbilang. Membuatnya seimbang meski 0,1 rupiah yang belum pernah kudengar cetakannya dari si BI.

Ayat itu melegakan semuanya. Seolah menampar kelenaan hati dengan kekecewaan. Mengingatkan untuk bersabar semasih Allah memberi kesempatan untuk kita bersabar. Sebelum kesabaran tidak ada artinya.

Dan banyak orang yang diuji dengan kesabaran lainnya. Apalagi mereka yang diuji ketaatannya pada Rabb namun mereka tetap sabar. Sungguh indah iman mereka, membuat diri iri kepadanya.

Ishbir...
Ishbir...
Ishbir...

Kata Abu Bakar ra, "…