Postingan

Menampilkan postingan dari 2013

Wayang Mendalang

Gambar
[caption id="attachment_2474" align="alignnone" width="300"] *ilustrasi: http://www.dikbangkes.com/wp-content/uploads/2011/09/01-WAYANG.jpg[/caption]

sejak binarmu meluluh
beribu orang mengeluh
'aduh' mereka bak serumen lengket pekat
mengalir dari lubang telinga - menggeliat
siapakah kau?
cibir tak mencacatkanmu

hah!
belum
senjamu masih malumalu
gulitamu belum ingin bercumbu

siapa kau?
wayang mendalang



TS
Bdg, 10122013

Kisah dari Rumah Kambira

Gambar
Judul: Kisah dari Rumah Kambira, Kumpulan Cerpen Pemenang LMCR 2012
Penulis: Faisal Oddang, dkk
Penerbit: Smart Writing
Tebal: 150 hlm
Harga: Rp 30 ribu
ISBN: 978-602-7858-18-3
Cetakan 1, 2013

Cerpen-cerpen yang terdapat dalam buku ini:
- Amukan Tuk Belang (di Kaki Bukit Ijin), Fatih El Mumtaz
- Bapak Harus Sekolah, Nurhikmah Taliasih
- Burung Bangkai dalam Dada Manusia yang Membunuh Manusia Terakhir di Negeri ini, Zakiya Sabdosih
- Fatamorgana, Repita Hadi
- Gadis Bermata Sendu, Billah Danuarta
- Gadis Bola-Bola Kristal, Salma Keant
- Kampung Putih, Sandza
- Kerbau, Agus Pribadi
- Kisah dari Rumah Kambira, Faisal Oddang
- Lelaki Berjubah Hujan, Kartini F. Astuti
- Lelaki dan Maut, Endah Tri Anomsari
- Mata Kesunyian, A. R. Zani
- Murai Penjemput, Ilham Fauzi
- Nurani Jalanan, Supriyadi
- Nyobeng di Sebujit, Vinny Erika Putri
- Perempuan yang Menggandrungi Gajah Mada, Nimas Kinanthi
- Rumah, Shela Puzi Dina
- Segenggam Tanah Kami, Rik Sjp
- Senandung Lara, Qus
- Sepotong Rindu di Tepi Garis Pantai, Nur Inayah S…

Kodok Ngorek

Gambar
[a] Kepik hijau dipinjamlah mulutnya oleh sang nenek

Ongkos pendidikan cucu mengucur tanpa kurang

[b] Diam ... ssst diam!!!

Orang-orang pengumbar, diamlah!

Kau ini tidak tahu jumpalitan kehidupan si renta

[b] Nenek setiap hari menabuh tanpa aduh

Gayungnya sibuk berdentang menciduk pepasir;

bukan! cumbu jarum dan tenunan kapas itu hanya sampingan

Saya Dan Jaran

Gambar
Pulang saya ke kampung tuan
Hendak tingkatkan ilmu juga iman
Bawa bekal seekor jaran
Larinya tancap tengok ke depan
Busshh...

Betina di kanan-kiri tak jadi tengokan
Jalan terjal terus jalan
Hitam di mata ditegakkan
Jaran keren, keren si jaran

Busshh...

Cat cut cat cut
Mulut orang pada menciut
Saya kusir dikata brutal
Pecut terus, terus melecut

Busshh...

TS
Ruang L2.2
Pwt, 01112013
Pulang saya ke kampung tuan
Hendak tingkatkan ilmu juga iman
Bawa bekal seekor jaran
Larinya tancap tengok ke depan
Busshh...

Betina di kanan-kiri tak jadi tengokan
Jalan terjal terus jalan
Hitam di mata ditegakkan
Jaran keren, keren si jaran

Busshh...

Cat cut cat cut
Mulut orang pada menciut
Saya kusir dikata brutal
Pecut terus, terus melecut

Busshh...

TS
Ruang L2.2
Pwt, 01112013

K I S M I S

Gambar
Kisah si miskin miris
Induknya pergi berbaris
Setiap pagi mengumbar tangis
M
I
S

KISMIS

S
Indah hari tak lagi berwarna
Mega mendung koarkan durjana
Silih berganti inilah dunia
Ijuk sebagai mahkota
Kun rumus-Nya

TS
Bandung, 22092013




ilustrasi: http://lh6.ggpht.com/-0urh7kPSc1E/SZRAVHMlsyI/AAAAAAAABN8/Fyi7u5CWCHs/s912/isromi%27roj_%20%2826%29.JPG

P O N G A H

Gambar
Pembunuh dibunuh tuk bunuh

Obituari singkat menghenyut jantung rusuh

Nisannisan segera dipesan sebelum tuan mengaduh

Gugus antek rapikan kembali kekosongan di sisa sepuluh

Akan mati jua mereka sebab hanya bisa bekerja dengan peluh

Hancurlah dunia penuh pongah dengan Pencipta tak ada lagi mahabah


TS
Bandung, 22092013




ilustrasi: http://1.bp.blogspot.com/_eRU_19ZcHM0/TILwi7TVsvI/AAAAAAAAAIM/hWXSALSbcgM/s1600/katalog-produk-lukisan-abstrak-alm-bambang-widjoyono-0.jpg

Candramawa

Gambar
Terpasung dalam kata
Merosok di antara bebatuan jiwa
Terengah saat ombak menyapa
Melayah digerus buih candramawa
Kelam yang bercampur
Kecoh tak mengabur
Kucur mendebur
Kur
Candramawa
Sorot putih tak lagi kukenal
Senimu nyaris penuh bual
Sumur tak jua tersempal
Kau gombal
Pis
Putih kian tipis
Pelik hati kian miris
Pekikan jiwajiwa penuh mistis
Sebab kau!
Candramawa!
Kepada Yang MahaPengasih kusampaikan
Kumparan harap tetang syaithan
Kisah diri dihindarkan
Kencur disadarkan
TS
Bandung, 21092013


ilustrasi : http://lukisanhitamputihunik.blogspot.com/2011/11/lukisan-hitam-putih-coretan-kuas.html

Terpenjara di Negeri Sendiri

Gambar
Pekik (untuk) Negeri Anak-Anak Batu
Karya : Nurhikmah Taliasih (Tally Syifa)



Jalut
kalut
carut
marut
Hahaha

Mereka para pemintal benang kusut
penindas, mati pun takut
masih saja unjuk gigi meski keciut
kadang lantang sebab negeri berbuntut

Allohu Akbar!!!
Allohu Akbar!!!

Pekikkanlah, Kawan
Pekikkanlah untuk darahmu yang mencium gundukkan tanah harum berbangkai
Pekikkanlah untuk jerit kawanmu yang syahid dibantai
Pekikkanlah untuk mereka yang mengunyah manisnya badai
agar bising meruncing menusuk rusuk hingga lunglai

Allohu Akbar!!!
Allohu Akbar!!!

Lemparkanlah, Kawan
Kerikil yang menyembul dari saku baju
Siap mencumbui tentara-tentara Netanyahu
yang berbaris dengan tangki dan pesawat beribu
merudal dan membombardir wilayah yang dituju

Allohu Akbar!!!
Allohu Akbar!!!

Pekikkanlah, Kawan
Allah bersamamu
Menguak kembali Thalut dan Badr yang pernah terjadi
Buka hati kendalikan kebutaan dan ketulian diri
Kekuasaan-Nya wajib diimani
Tentang satu banding tiga, tiga yang mati, tiga yang lari
Tentang batu kecil peraih mimpi

All…

Mata Kata

Gambar
Merajut senar sepi
Angin berhembus menata hati
Tumpah segala gundah
Asa rangkak mendekati

Kembali merajut senar sepi
Anjing-anjing menggonggong sadarkan diri
Terus silih berganti - jawabnya
Allah tak ingin kau sia-sia mati

TS
Pwt, 24052013



ilustrasi: http://2.bp.blogspot.com/-hmo3bGS32jM/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAADU/kGyEEUxIekk/s512-c/photo.jpg

Terjal

Gambar
Terkoyak di ujung ranting
Erosi pun ikut memincing
Radius semakin melahap jarak
Jiwa-jiwa membuncah
Allah... Allah... Allah...
Lusuh diri tetap ingin jumpa



TS
Pwt, 24052013