99 Pesan Kerinduan untuk Presiden

 

Judul : 99 Pesan Kerinduan untuk Presiden

Penulis : Erpin Leader, Sakura Hinata, Sandza, dkk

Tebal : xii + 277 hlm

Harga : Rp. 55.600,-

ISBN : 978-602-225-281-8

 

 

Atas karunia Sang Pencipta. Gagasan sederhana seorang pemuda yang baru saja belajar menjadi ada, akhirnya terangkum menjadi sebuah buku. Buku yang ditulis oleh puluhan penulis yang tersebar di pelosok Nusantara. Bahkan ada yang tengah menetap di luar negeri; Hongkong, Taiwan, Saudi Arabia dan Singapura. Dimana mereka memiliki latar belakang berbeda. Mulai dari Pelajar, Mahasiswa, Ibu Rumah Tangga, Buruh Kasar, Petani, TKI, Guru, Dosen, Perawat, Pemerhati Budaya, Pelukis, Penjual Gorengan dan profesi lainnya.

99 Pesan kerinduan Untuk Presiden, hadir bukan untuk menggurui, apalagi menghujat atas nama arogansi. Buku ini lahir berdasarkan panggilan hati dan desakan jiwa yang diselimuti kerinduan. Kerinduan ingin bertemu sang Presiden, untuk mengadukan apa yang dirasakan. Kerinduan akan lahirnya pemimpin-pemimpin yang dicintai oleh rakyat karena bermartabat. Kerinduan akan Negeri yang gandrung akan keadilan. Kerinduan perwujudan Indonesia yang lebih baik di masa yang akan datang.

Perpaduan dahsyat antara: 99 surat yang menggugah dan menyentak emosi, 22 goresan puisi peneduh jiwa, serta 11 gubahan pantun dan syair melayu, yang penuh isyarat makna. Semua tersaji dengan apik dan filosofis. Kata “Presiden” dalam setiap surat, tidak ditujukan pada personal. Melainkan perwakilan dari seluruh pemimpin di negeri tercinta ini. Baik dari pusat maupun di daerah. Baik yang hari ini sedang menjabat, maupun yang akan datang.

 

Adapun makna filosofis dari kaver bukunya :

KURSI SANTAI: kebanyakan pemimpin di Negeri ini masih suka santai, mereka memperebutkan kursi bukan untuk kepentingan orang banyak, tapi untuk senang-senang ngumpulin kekayaan... jadinya ada kursi santai...

TANGGA: tanda perjuangan hidup rakyat yang tertatih untuk sampai ke tujuan. simple di situ... susahnya rakyat berkomunikasi dengan pemimpin mereka. Aku pernah alami sendiri.

KARPET MERAH: tanda semangat rakyat, tanda kalau rakyat juga perlu dijadikan raja untuk dilayani oleh pemimpin mereka, diperlakukan spesial bukan hanya saat pemilu, bukan diusir oleh satpam kalau mau berkunjung ke kediaman Bupati, Gubernur dll...

DINDING HIJAU: harusnya rumah/istana para pemimpin itu diwarnai kesejukan, unsur spiritual... ketaatan pada Tuhan. Kalau itu sudah tercipta, sungguh indahnya kehidupan rakyat yang dipimpin.

SI MISKIN: itu representasi/

perwakilan rakyat kita hari ini, masih banyak rakyat yang berada di garis bahkan di bawah garis kemiskinan, sebenarnya itu gambar buruh kasar... jadinya dia yang kita utus menghadap Presiden/pemimpin2 kita... semoga mereka terketuk... ini juga perwakilan bahwa pesan kita adalah pesan suara hati... kerinduan.

PRESIDEN: kita menginginkan pemimpin yang baik hati, yang mau mendengar keluhan rakyat, yang melayani rakyat dengan sepenuh hati... disambut dengan senang, meskipun tatapan gak setulus harapan kita... hehe

Kata KERINDUAN itu warna hijau, kerinduan, kesejukan... kedamaian..

Kata PESAN UNTUK PRESIDEN: kita tegas dalam menyampaikan, ada semangat ingin berubah, nah... bercampur dengan kesejukan dari kata kerinduan itu, jadinya semangat tapi santun... damai... dan ini cara penulis mengingatkan Presiden.

Dibuat gambar karikatur lucu, supaya yang lihat gak tegang, karena muatan isi buku kita agak "sensitif" bagi sebagian orang, jadinya dibuat lucu. dan menarik.

99 itu inti kekuatan dari keunikan buku kita, angka kembar, angka 9 itu angka pilihan, angka tertinggi, mewakili sifat Allah (perspektif agama)

kenapa miring? karena saat ini memang keimanan Negeri kita lagi miring. jika itu tegak... bearti dah lurus jalan kita dalam agama.

isi buku kembar: 99, 22, 11

Negara ini akan maju kalau kita hidup saling melengkapi, saling bergandeng tangan, ada kesamaan derajat di mata Tuhan.

Persamaan kedudukan di mata hukum, sama dalam keadilan, sama ingin memiliki pendidikan. "angka kembar itu kesamaan"

 

Rangkuman dari filosofi cover buku 

"seharusnya pemimpin di negeri ini meneladani sikap pemimpin yang ada di gambar itu. Rakyat kecil diterima seperti tamu kehormatan, disambut dengan karpet merah. Nuansa hijau adalah nuansa kesejukan, sedangkan tangga itu mewakili pergerakan perjuangan. Sementara kursi itu bukan sembarang kursi, melainkan kursi PanaS....

 

Ps : Buku ini sudah bisa dipesan sekarang via website www.leutikaprio.com atau inbox FB Leutika Prio dengan subjek PESAN BUKU, atau SMS ke 0821 38 388 988. Untuk pembelian minimal Rp 90.000,- GRATIS ONGKIR seluruh Indonesia. Met Order, all!!!

 

Sumber  -->   leutikaprio

Komentar